Pertumbuhan Ekonomi RI Tembus 5,03 Persen di 2024, Ditopang Industri Manufaktur

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,02% pada kuartal IV-2024 atau sebesar 5,03% sepanjang 2024. Menariknya, industri pengolahan atau manufaktur tetap jadi sektor andalan yang menyumbang porsi terbesar bagi perekonomian Indonesia sepanjang tahun lalu.
Menurut Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa sektor ini berkontribusi 18,98% terhadap ekonomi nasional.
"Industri pengolahan menjadi lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian, diikuti oleh perdagangan (13,07 persen), pertanian (12,61 persen), serta konstruksi dan pertambangan yang masing-masing tumbuh di atas 9 persen," kata Amalia di Jakarta, Rabu (5/2/2025).
Baca Juga: Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, OJK Dorong Pembiayaan Perumahan dan Hilirisasi
Tak hanya jadi sektor terbesar, industri pengolahan juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi utama dengan kontribusi 0,9% terhadap total pertumbuhan ekonomi 2024 yang mencapai 5,03%.
Menurut Amalia, pertumbuhan industri pengolahan didorong oleh permintaan domestik dan ekspor. Salah satu subsektor yang berkontribusi besar adalah industri makanan dan minuman, yang naik 5,9%, seiring dengan meningkatnya konsumsi dalam negeri serta kebutuhan bahan baku industri.
Selain itu, industri logam dasar mencatat lonjakan signifikan sebesar 13,34% berkat permintaan ekspor, terutama untuk produk besi dan baja. Pertumbuhan juga terjadi pada industri barang logam, elektronik, dan peralatan listrik, yang naik 6,16% karena meningkatnya permintaan luar negeri terhadap komponen elektronik dan peralatan listrik.
Di luar industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar kedua dengan kontribusi 0,67%. Kinerja sektor ini didukung oleh peningkatan produksi domestik dan impor, dengan perdagangan besar dan eceran (di luar mobil dan motor) tumbuh 5,95%.
Namun, di sisi lain, perdagangan kendaraan bermotor justru mengalami sedikit penurunan (minus 0,05%).
Sektor konstruksi menempati posisi ketiga dengan kontribusi 0,64%. Amalia menjelaskan bahwa pertumbuhan sektor ini sejalan dengan peningkatan belanja modal pemerintah, terutama untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, bendungan, kawasan industri, hingga proyek pariwisata.
Tak hanya industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi, sektor informasi dan komunikasi juga memberikan dorongan besar terhadap perekonomian dengan kontribusi 0,5 persen. Hal ini didorong oleh meningkatnya konsumsi data dan transaksi digital, baik dari masyarakat maupun pelaku bisnis.
Sementara itu, meskipun bukan sektor utama dalam perekonomian, beberapa lapangan usaha justru mencatat pertumbuhan paling tinggi. Jasa lainnya mencatat kenaikan 9,8%, diikuti oleh transportasi dan pergudangan (8,69%) serta akomodasi dan makanan minuman (8,56%)
“Peningkatan ini didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat, jumlah perjalanan wisatawan, dan aktivitas ekonomi yang semakin menggeliat,” jelas Amalia.
Tambahan informasi, ekonomi Indonesia pada 2024, yang diukur berdasarkan PDB dengan harga yang berlaku saat ini. Yakni, mencapai Rp22.139 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp78,6 juta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









