Pasca Kena Tolak AS, Ukraina Dapat Bantuan IMF Sebesar USD15,5 Miliar

AKURAT.CO Ditengah perang yang masih berkecamuk, Ukraina makin bergantung pada Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menopang ekonominya. Apalagi pasca ditolaknya bantuan dari Amerika Serikat yang semakin kuat pasca kembalinya Donald Trump ke panggung politik.
Oleh karena itu Kyiv kini berpacu dengan waktu untuk mengamankan kesepakatan dengan IMF guna memastikan pencairan dana berikutnya dari pinjaman senilai USD15,5 miliar.
Mengutip dari laman bloomberg. Ukraina berharap bisa mencapai kesepakatan dengan IMF minggu ini. Jika berhasil, Kyiv bakal mendapatkan pencairan tahap kedelapan senilai hampir USD900 juta, yang menjadi bagian dari program pinjaman yang dijadwalkan berakhir pada 2027.
Meski begitu, Ukraina sampai saat ini sudah menerima lebih dari USD9 miliar dari paket tersebut sejak invasi Rusia dimulai.
Namun sayangnya, negosiasi tersebut tidaklah semulus yang diharapkan. Ada beberapa faktor yang bisa menghambat kesepakatan, salah satunya adalah meningkatnya skeptisisme Trump terhadap bantuan bagi Ukraina.
Baca Juga: Drama Gedung Putih: Trump Vs Zelenskyy Panas, PM Inggris Pasang Badan untuk Ukraina
Bahkan beberapa staf IMF, terutama yang didukung oleh AS, juga mulai mempertanyakan efektivitas pinjaman ini.
Selain itu, isu domestik juga menjadi tantangan tersendiri bagi Kyiv. Salah satunya adalah keterlambatan pengesahan undang-undang anti-korupsi, yang menjadi salah satu syarat dari IMF.
Meski akhirnya UU tersebut telah disahkan oleh parlemen minggu ini, Ukraina tetap harus meyakinkan IMF bahwa mereka serius dalam menjalankan reformasi.
Gubernur Bank Sentral Ukraina, Andriy Pyshnyi, menegaskan bahwa mereka terus berupaya mencapai kesepakatan.
“Kami sedang berdiskusi intens, ya intinya kami tetap bekerja, seperti biasa, untuk mencapai hasil," paparnya.
Meski bukan pemberi pinjaman terbesar bagi Ukraina selama perang, IMF tetap menjadi penyokong keuangan utama bagi Kyiv. Program pinjaman empat tahun yang disepakati pada 2023 ini menjadi langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, mengingat IMF biasanya enggan memberikan pinjaman kepada negara yang sedang dalam konflik bersenjata.
Baca Juga: Donald Trump Minta USD500 Miliar dari Ukraina, Realistis atau Sekedar Manuver Politik?
Di tengah ketidakpastian ini, Ukraina juga menjajaki kerjasama dengan AS dalam sektor sumber daya mineral. Kesepakatan yang diperkirakan akan ditandatangani dalam waktu dekat ini disebut-sebut sebagai bentuk kompensasi atas bantuan yang telah diberikan Washington sejak invasi Rusia.
Namun, ada kekhawatiran bahwa perjanjian ini akan memberikan AS kendali lebih dari separuh pendapatan dari investasi di sektor minyak, gas, dan mineral Ukraina.
Dampak dari perjanjian tersebut terhadap anggaran Ukraina dan program IMF masih belum jelas. Ketika dimintai komentar, juru bicara IMF, Camila Perez, menolak memberikan tanggapan.
Dengan ketidakpastian yang terus meningkat, Ukraina kini menghadapi dilema besar, antara terus berharap pada IMF dengan segala persyaratannya atau mencari alternatif lain di tengah dinamika politik global yang semakin kompleks.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






