Inflasi Mereda Tapi Produksi Pabrik AS Masih Lesu, Ada Apa?

AKURAT.CO Tekanan inflasi di Amerika Serikat (AS) mulai mereda, namun aktivitas produksi pabrik belum menunjukkan tanda-tanda bangkit.
Data terbaru dari Institute for Supply Management (ISM) mengutip dari laman reuters, menunjukkan indeks manufaktur turun menjadi 48,7 pada Oktober 2025, menandakan sektor industri masih berada di zona kontraksi.
Indeks harga bahan baku yang dibayarkan turun 3,9 poin ke level 58,0 masuk posisi terendah sejak awal tahun.
Baca Juga: Donald Trump Ancam Hentikan Dana Federal Jika Zohran Mamdani Menang Pemilu New York
Ekonom Capital Economics, Thomas Ryan, menilai penurunan harga tersebut menandakan berakhirnya puncak tekanan biaya akibat tarif impor yang diberlakukan pemerintahan Donald Trump.
“Hal ini mengembalikan indeks ke rata-rata 10 tahunnya dan menunjukkan tekanan terburuk terhadap biaya input produsen kemungkinan telah berlalu,” ujarnya.
Namun, di sisi lain, penurunan produksi dan permintaan tetap menjadi momok utama. Indeks produksi ISM turun menjadi 48,2, dan tenaga kerja menyusut untuk bulan kesembilan berturut-turut. Banyak perusahaan memilih mengurangi karyawan atau menunda perekrutan baru demi menekan biaya.
Ketua Komite Survei ISM, Susan Spence, menyebut kondisi pasar tenaga kerja saat ini lebih ditentukan oleh permintaan yang lemah ketimbang keterbatasan pasokan.
“Perusahaan terus fokus mempercepat pengurangan tenaga kerja karena permintaan jangka pendek hingga menengah masih tidak pasti,” jelasnya.
Sebanyak 12 dari 18 industri manufaktur tercatat mengalami kontraksi, termasuk sektor tekstil, pakaian jadi, dan furnitur.
Hanya enam industri yang menunjukkan pertumbuhan, di antaranya logam primer dan peralatan transportasi.
Bagi para pengambil kebijakan, meredanya inflasi memang menjadi sinyal positif. Namun, kelesuan produksi bisa menjadi tantangan baru dalam mempertahankan momentum ekonomi.
Tanpa peningkatan permintaan domestik maupun global, sektor manufaktur AS masih akan berjalan di tempat hingga akhir tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









