Ketidakpastian Tarif Trump Bikin Pabrik AS Terus Tertekan

AKURAT.CO Aktivitas pabrik di Amerika Serikat (AS) kembali mengalami kontraksi pada Oktober 2025.
Indeks manufaktur Institute for Supply Management (ISM) turun menjadi 48,7, menandai bulan kedelapan berturut-turut sektor ini menyusut di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan pemerintahan Donald Trump.
Mengutip dari laman reuters, Ketua Komite Survei Bisnis Manufaktur ISM, Susan Spence, menyebut pelaku industri kini menghadapi dilema besar yakni tidak ada kepastian mengenai negara dan komoditas mana yang akan terkena tarif berikutnya.
“Nada keseluruhannya bahwa kita tidak tahu negara mana yang akan terkena sanksi selanjutnya, kita tidak tahu komoditas apa yang akan terkena selanjutnya,” ujarnya.
Baca Juga: Donald Trump Ancam Hentikan Dana Federal Jika Zohran Mamdani Menang Pemilu New York
Kebijakan tarif 100% yang diberlakukan terhadap produk China kembali menekan rantai pasok dan membuat produsen berhati-hati dalam meningkatkan kapasitas produksi.
Akibatnya, indeks produksi turun 2,8 poin menjadi 48,2, sementara indeks tenaga kerja menyusut untuk bulan kesembilan beruntun.
Tekanan terhadap lapangan kerja juga kian terasa. Banyak perusahaan memilih tidak membuka lowongan baru dan melakukan efisiensi tenaga kerja untuk menjaga arus kas.
“PHK dan pembekuan rekrutmen menjadi strategi utama karena permintaan jangka menengah masih belum pasti,” jelas Spence.
Baca Juga: Trump Bantah AS Akan Perang dengan Venezuela, Sindir Masa Jabatan Maduro “Tinggal Menghitung Hari”
Meski demikian, terdapat sedikit kabar baik yakni tekanan harga mulai mereda. Indeks harga bahan baku yang dibayarkan turun hampir 4 poin ke level 58, terendah sejak awal tahun. Analis menilai, pelemahan harga menunjukkan puncak tekanan akibat tarif mungkin telah berlalu.
Namun secara keseluruhan, kondisi sektor manufaktur masih rapuh. Dari 18 industri yang disurvei ISM, sebanyak 12 mengalami kontraksi, terutama di sektor tekstil, pakaian jadi, dan furnitur.
Para ekonom memperingatkan bahwa tanpa arah kebijakan perdagangan yang jelas, pemulihan industri bisa tertunda lebih lama lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









