Waspadai Dampak Tarif Trump terhadap Inflasi, The Fed Beri Sinyal Lampu Kuning

AKURAT.CO Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump kembali menggebrak dengan kebijakan tarif impor mobil sebesar 25%. Namun, langkah ini justru menimbulkan kekhawatiran baru terkait inflasi.
Menurut Gubernur Federal Reserve Bank of Richmond, Tom Barkin, memperingatkan bahwa dampak tarif terhadap inflasi bisa lebih kompleks dari yang diasumsikan.
Dikutip dari laman reuters, Barkin menolak anggapan bahwa kenaikan harga akibat tarif hanya bersifat sementara.
"Saya terbuka dengan gagasan itu, tetapi saya tidak langsung berasumsi bahwa ini hanya kenaikan harga satu kali yang bisa kita abaikan begitu saja," ujarnya.
Baca Juga: Tarif Baru Trump Ancam Ekonomi AS, The Fed Diminta Segera Bertindak
Pernyataan Barkin tersebut berbeda dengan pandangan Gubernur The Fed, Jerome Powell, yang sebelumnya menyatakan bahwa dampak tarif terhadap inflasi kemungkinan hanya bersifat sementara.
Namun, Barkin mengingatkan bahwa AS baru saja melewati periode inflasi yang cukup tinggi, yang membuat ekspektasi harga menjadi lebih fleksibel.
"Itu berarti ekspektasi, baik dari sisi penetapan harga maupun penerima harga, telah menjadi lebih fleksibel bukan tidak terkendali, tetapi lebih longgar. Dan saya berhati-hati dalam menilai apakah dampaknya akan sesingkat yang diasumsikan," tegasnya.
Dengan inflasi yang masih tinggi dan pasar tenaga kerja yang tetap solid, The Fed saat ini mempertahankan kebijakan moneter yang cukup ketat secara moderat.
Barkin mengingatkan bahwa situasi saat ini ibarat berkendara dalam kabut pekat.
"Ini bukan sekadar kondisi yang membuat kita sulit memperkirakan, hal ini seperti menghadapi kabut pekat dengan jarak pandang nol, mau tidak mau kita harus menepi dan menyalakan lampu hazard," ucapnya.
Baca Juga: Risiko Ekonomi AS Meningkat, The Fed Makin Galau Atur Suku Bunga
Barkin menegaskan bahwa The Fed siap menyesuaikan kebijakan jika diperlukan. Namun, untuk saat ini, mereka memilih untuk berhati-hati dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi yang disebabkan oleh kebijakan Trump.
Keputusan Trump untuk menerapkan berbagai tarif "timbal balik" lainnya mulai 2 April juga menjadi perhatian besar.
"Jika kebijakan ini terus berlanjut, maka tekanan inflasi bisa semakin meningkat, yang pada akhirnya akan membebani konsumen dan dunia usaha," papar Barkin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






