RI Berasaskan Ekonomi Kekeluargaan, Prabowo Sebut Tak Boleh Ada Yang Kelaparan
Camelia Rosa | 8 April 2025, 16:34 WIB

AKURAT.CO Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menekankan bahwa perekonomian yang dijalankan oleh pemerintahan berdasarkan azas kekeluargaan.
Awalnya, Kepala Negara itu mengungkapkan bahwa dasar pemerintahan yang dipimpinannya yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Oleh sebab itu, ekonomi Indonesia harus berdasarkan sila-sila yang ada dalam Pancasila dan UUD 1945 tersebut.
"Ini yang mendasari pemerintah kita, dan pelaksanaannya pasal-pasal ekonomi yang ada di Undang-Undang Dasar 45, pasal 33. Bahwa ekonomi kita azasnya adalah kekeluargaan. Saya ulangi, perekonomian kita azasnya adalah kekeluargaan," jelasnya dalam acara Sarasehan Ekonomi yang digelar oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Prabowo juga menekankan bahwa tidak boleh ada orang yang kelaparan di Republik yang telah Merdeka selama kurang lebih 80 tahun ini.
"Tidak boleh ada orang yang tinggal di bawah kolong jembatan lantaran menusuk rasa keadilan dan tidak boleh juga ada orang yang tidak makan," tegasnya.
Ia menambahkan, hal itulah yang mendasari perekonomian dimana strategi ini ternyata sejalan dengan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang utamanya adalah makanan, energi, air dan lainnya.
"Karena itu swasembada pangan, swasembada energi, swasembada dan manajemen air yang baik dan tentunya industrialisasi supaya nilai tambah ada di republik kita," tukas Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









