Belajar dari Negara Lain, Reklasifikasi Ojol Picu Krisis Ekonomi Sosial
Demi Ermansyah | 22 April 2025, 21:04 WIB

AKURAT.CO Wacana untuk menjadikan mitra pengemudi dan kurir digital sebagai karyawan tetap tidak selalu membawa hasil positif.
Pengalaman di sejumlah negara menunjukkan bahwa kebijakan ini justru menyebabkan kerugian ekonomi dan penurunan layanan bagi masyarakat.
“Di Spanyol, setelah mitra dijadikan karyawan, 83% dari mereka kehilangan pekerjaan karena aplikasi seperti Uber dan Deliveroo menghentikan operasional atau membatasi jumlah pengemudi,” kata Direktur Eksekutif Modantara, Agung Yudha di Jakarta, Selasa (22/4/2025).
Dampak serupa terjadi di Seattle, lanjutnya, dan juga Amerika Serikat.
Pemberlakuan upah minimum bagi pengemudi aplikasi menyebabkan kenaikan harga pengiriman makanan, yang membuat konsumen enggan menggunakan layanan tersebut. Akibatnya, volume pesanan di UberEats turun hingga 45%.
Singapura dan Swiss juga merasakan tekanan yang sama. Di Swiss, khususnya Geneva, permintaan terhadap layanan pemesanan makanan turun sebesar 42%, dan negara kehilangan potensi pendapatan pajak hingga Rp260 miliar per tahun.
Perkembangan UMKM pun ikut tersendat karena akses pengantaran menjadi terbatas dan mahal.
“Indonesia harus belajar dari kasus-kasus tersebut. Jangan sampai niat baik memberikan perlindungan kepada mitra justru berdampak buruk secara luas,” ungkap Agung.
Ia menambahkan, jika Indonesia mengikuti jejak negara-negara tersebut tanpa penyesuaian, maka konsumen di daerah terpencil, penyandang disabilitas, dan masyarakat rentan lainnya akan kehilangan akses terhadap layanan logistik vital seperti makanan dan obat-obatan.
“Efek sosialnya bisa sangat dalam, termasuk pengangguran meningkat, UMKM kolaps, daya beli turun, dan akhirnya menciptakan ketidakstabilan ekonomi bahkan politik,” kata Agung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








