Sumitro Institute: Upaya Melestarikan Warisan Intelektual dan Memperkuat Arah Baru Pemikiran Ekonomi Indonesia

AKURAT.CO Sebuah tonggak penting dalam dunia intelektual Indonesia resmi tercatat saat Perhimpunan murid-murid Prof. Sumitro Djojohadikoesoemo meluncurkan Sumitro Institute pada Kamis, 29 Mei 2025 lalu.
Peluncuran tersebut bukan sekadar simbol penghormatan terhadap sang Bapak Ekonomi Indonesia, melainkan juga penanda arah baru bagi regenerasi pemikiran ekonomi nasional yang lebih kontekstual dan berpijak pada nilai-nilai kebangsaan.
Peresmian lembaga yang berada di bawah naungan Yayasan Catra Sangha Djojohadikoesoemo ini dilakukan oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah. Tepat di hari ulang tahun ke-108 Prof. Sumitro, Sumitro Institute resmi membuka kantor kecilnya sebagai pusat pelestarian karya dan ide-ide besar sang ekonom.
"Sumitro Institute ini kita bangun untuk preserving (melestarikan). Kita ingin menyimpan tulisan, dokumen, video, serta pandangan-pandangan Prof. Sumitro khususnya di bidang ekonomi," ujar Fahri di Cibubur, Minggu (1/6/2025).
Baca Juga: Pelaku Industri Perumahan Perlu Strategi Baru Dorong Pertumbuhan Sektor Perumahan
Namun, lebih dari sekadar museum pemikiran, Fahri menyampaikan bahwa Sumitro Institute dirancang menjadi ruang hidup bagi diskusi-diskusi intelektual, kajian ekonomi kerakyatan, hingga seminar tentang filsafat pembangunan yang berpijak pada Pancasila.
Lembaga ini, lanjut Fahri, diharapkan mampu menjadi think tank yang relevan dengan tantangan zaman, sekaligus laboratorium gagasan bagi generasi baru ekonom Indonesia.
“Pemikiran Sumitro bukan hanya soal hitung-hitungan makro, tapi juga berakar pada keseimbangan sosial, etika kebangsaan, dan falsafah kerakyatan. Itulah yang ingin kita hidupkan kembali,” kata Fahri.
Sebagai tokoh sentral dalam sejarah ekonomi modern Indonesia, Prof. Sumitro dikenal bukan hanya karena kiprahnya sebagai Menteri Perdagangan, Menteri Keuangan, dan Menteri Riset dalam berbagai periode, tetapi juga karena warisan intelektualnya sebagai akademisi.
Ia pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1951–1957), menjadikannya salah satu pendiri pemikiran ekonomi nasional yang menggabungkan pendekatan pragmatis dengan prinsip keadilan sosial.
Peluncuran Sumitro Institute juga dianggap sebagai momentum penting di tengah semakin mendesaknya kebutuhan Indonesia terhadap arah kebijakan ekonomi yang lebih membumi dan inklusif.
Baca Juga: Peran Nyata Ketua Yayasan JHL Merah Putih Menyongsong Pemerintahan Prabowo Subianto
Dalam konteks kekinian, tantangan global seperti disrupsi teknologi, ketimpangan ekonomi, serta krisis lingkungan menuntut respons intelektual yang tidak hanya teknokratis, tetapi juga berakar pada etos kebangsaan.
"Generasi kini dan berikutnya harus bisa menyerap semangat dan nalar Sumitro, bukan hanya mengagumi sejarahnya," tambah Fahri.
Dengan berdirinya Sumitro Institute, harapan pun tumbuh. Sehingga Indonesia tidak hanya akan melahirkan teknokrat dan ekonom handal, tetapi juga pemikir bangsa yang mampu menjembatani sains ekonomi dengan misi sosial dan kebangsaan.
"Seperti pak Sumitro dulu, saya berharap institusi ini menjadi mercusuar gagasan di tengah arus globalisasi yang semakin kompleks," ucapnya kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









