Trump Isyaratkan Perpanjangan Tenggat Tarif Dagang, Tambah Ketidakpastian
Hefriday | 28 Juni 2025, 19:05 WIB

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali menegaskan pendekatannya yang fleksibel dalam penetapan kebijakan perdagangan, terutama terkait tenggat pemberlakuan kembali tarif impor tinggi yang dijadwalkan jatuh pada awal Juli 2025.
Hal ini memperpanjang ketidakpastian bagi mitra dagang AS dan pasar global yang sebelumnya telah dibuat cemas oleh kebijakan dagang proteksionis Trump.
Dikutip dari berbagai sumber, dalam sesi tanya jawab di Gedung Putih pada Jumat (27/6/2025) waktu setempat, Trump menyatakan bahwa tenggat tersebut bersifat dinamis. “Tidak, kami bisa lakukan apa saja. Bisa diperpanjang, bisa dipercepat," ujar Trump ketika ditanya apakah 9 Juli adalah batas akhir yang pasti.
Pernyataan tersebut mengacu pada rencana pengembalian tarif tinggi impor yang sebelumnya sempat ditangguhkan melalui perintah eksekutif tertanggal 9 April 2025.
Dalam perintah itu, Trump menetapkan tarif resiprokal sebesar 10% untuk jangka waktu tiga bulan, memberikan ruang bagi perundingan dagang dengan mitra-mitra strategis AS.
Namun, jika tidak ada revisi lebih lanjut, maka tarif tinggi yang mencapai 50% untuk sejumlah produk tertentu akan otomatis kembali berlaku mulai 8 Juli. Kebijakan ini sebelumnya dijuluki sebagai "liberation day tariffs" oleh Trump dan sempat memicu gejolak hebat di pasar keuangan global.
Langkah agresif Trump ini sempat mendapat kritik tajam dari berbagai negara dan komunitas investor internasional.
Tarif tinggi yang diumumkan secara mendadak telah mengguncang stabilitas perdagangan global, memicu aksi jual besar-besaran di bursa saham, serta memicu ketegangan diplomatik dengan mitra dagang utama seperti Uni Eropa, Kanada, dan Jepang.
Trump sebelumnya mengklaim bahwa penangguhan tarif selama 90 hari dimaksudkan untuk membuka jalan bagi perjanjian dagang yang lebih adil dan menguntungkan bagi Amerika. Namun hingga kini, kemajuan konkret masih terbatas.
AS baru berhasil mencapai kesepakatan awal dengan China dan Inggris, yang bahkan belum difinalisasi.
“Kami sudah mencapai kesepakatan dengan mungkin empat atau lima negara. Tapi kami punya daftar 200 negara lebih yang menjadi target tarif berdasarkan keputusan April lalu," tambah Trump.
Dirinya juga menambahkan bahwa dalam satu hingga dua minggu ke depan, pemerintah AS akan mengirimkan pemberitahuan resmi kepada negara-negara mitra dagang mengenai besaran tarif yang akan dikenakan jika ingin tetap berbisnis dengan AS.
Langkah ini berpotensi memicu balasan tarif dari negara-negara tersebut dan memperkeruh iklim perdagangan global.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, juga memberikan pernyataan bahwa tenggat 9 Juli bukanlah sesuatu yang absolut. “Tanggal tersebut tidak bersifat krusial. Mungkin saja diperpanjang, tapi itu keputusan presiden,” ujarnya.
Sementara itu, perdebatan hukum terkait legalitas tarif juga tengah berlangsung di pengadilan federal AS. Beberapa waktu lalu, pengadilan perdagangan sempat membatalkan kebijakan tarif tersebut karena dianggap melampaui kewenangan presiden.
Namun, keputusan itu kini ditangguhkan oleh pengadilan banding, menambah kompleksitas situasi.
Ketidakpastian kebijakan ini membuat pelaku pasar global waspada. Para analis memperkirakan bahwa jika tarif tinggi kembali diberlakukan tanpa kepastian arah kebijakan jangka panjang, hal ini dapat memicu perlambatan pertumbuhan ekonomi global, menurunkan kepercayaan investor, dan mempersulit pemulihan ekonomi pasca-pandemi.
Dengan hanya dua pekan tersisa sebelum tenggat resmi berlaku, pelaku industri, eksportir, dan pemerintah mitra dagang AS kini menanti kepastian akhir dari Gedung Putih.
Keputusan yang diambil Trump dalam waktu dekat akan sangat menentukan arah kebijakan perdagangan global dan relasi ekonomi internasional di paruh kedua 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









