Ekonomi Tumbuh Pesat, Vietnam Kian Dekat ke Status Negara Menengah

AKURAT.CO Vietnam mencatatkan pencapaian ekonomi signifikan dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 7,96% pada kuartal II 2025.
Pertumbuhan ini memperkuat tren ekspansi ekonomi Vietnam yang pada semester I-2025 telah mencapai 7,52% secara tahunan, mendekati target nasional sebesar 8%.
Pemerintah Vietnam menyambut capaian ini sebagai fondasi penting menuju status negara berpenghasilan menengah.
Dalam beberapa tahun terakhir, Vietnam menunjukkan konsistensi dalam membangun struktur ekonomi berbasis industri ekspor, efisiensi logistik, serta ketahanan manufaktur.
Baca Juga: Tarif Trump Ancam Stabilitas Perdagangan Global Jelang 1 Agustus
Dikutip dari laman bloomberg, sektor manufaktur kembali menjadi tulang punggung perekonomian, tumbuh 10,1% dalam enam bulan pertama 2025. Di sisi lain, ekspor mengalami peningkatan signifikan sebesar 14,4%, bahkan menghasilkan surplus perdagangan sebesar USD7,63 miliar.
“Ekonomi kami kini berada pada fase transformasi yang kritikal. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, kami optimistis mencapai status negara berpenghasilan menengah atas dalam dua dekade mendatang,” ujar Menteri Keuangan Vietnam, Nguyen Van Thang.
Salah satu langkah signifikan yang diambil pemerintah adalah mengembangkan produk bernilai tambah tinggi dan memperkuat industri pengolahan. Strategi tersebut diperkuat dengan diplomasi aktif ke negara mitra dagang utama, termasuk Amerika Serikat, guna menghindari hambatan tarif yang bisa memukul ekspor.
Penurunan tarif impor AS terhadap barang Vietnam, dari ancaman awal 46% menjadi 20%, menjadi bukti efektivitas pendekatan diplomatik tersebut.
Pemerintah Vietnam juga tengah menyusun cetak biru baru untuk menggenjot investasi dalam teknologi hijau dan logistik cerdas.
Namun, tantangan tetap ada. Risiko ketergantungan pada ekspor ke AS dan dampak dari proteksionisme global masih menjadi bayangan. Oleh karena itu, pemerintah Vietnam mulai memperkuat strategi diversifikasi pasar ekspor dan memperluas kemitraan dengan negara-negara di ASEAN, Eropa, dan Afrika.
Baca Juga: Ancaman Tarif Trump ke BRICS Picu Kekhawatiran Perang Dagang Baru
“Ke depan, Vietnam harus memastikan bahwa pertumbuhan ini inklusif dan berkelanjutan, dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat sebagai prioritas,” ujar mantan Penasihat Ekonomi Senior Pemerintah, Dr. Le Dang Doanh
Dengan arah kebijakan yang progresif dan kepemimpinan yang fokus pada transformasi struktural, Vietnam perlahan namun pasti, tengah menuju impian besar sebagai kekuatan ekonomi baru di Asia Tenggara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







