Erick: Dirut Garuda dan Pertamina Ikut ke AS Buat Nego Tarif Trump

AKURAT.CO Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membenarkan keterlibatan sejumlah perusahaan pelat merah sebagai pendukung tim negosiasi untuk meraih kesepakatan tarif dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Untuk diketahui, perwakilan perusahaan pelat merah yang ikut dalam rombongan tim negosiasi Indonesia ke AS yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto diantaranya Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri dan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Wamildan Tsani Panjaitan.
"Iya dong (ikut ke sana), karena mereka menjadi bagian dari sistem pendukung untuk menjaga transaksi," jelas Erick ketika ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Baca Juga: Erick Thohir Usulkan Tambahan Anggaran Kementerian BUMN 2026 Jadi Rp604 Miliar
Ia menuturkan keterlibatan Garuda Indonesia dalam kunjungan ke AS tersebut berkaitan dengan rencana pengadaan pesawat dari produsen pesawat Boeing.
Oleh karena itu, maskapai berkode emiten GIAA tersebut telah memiliki kontrak baru dengan perusahaan asal AS untuk memenuhi kebutuhan armada.
"Termasuk pengadaan pesawat terbang, karena memang kita masih kurang," ungkapnya.
Baca Juga: Erick Targetkan Setoran Dividen Perum di 2026 Tembus Rp300 Miliar
Sementara Pertamina, lanjut Erick, menjadi bagian dari upaya penguatan kerja sama energi dengan AS. Pasalnya, Indonesia berencana membeli produk energi seperti liquefied petroleum gas (LPG), hingga minyak mentah (crude) dari AS senilai USD15,5 miliar.
“(Untuk Pertamina) yang tadi pembelian minyak, crude oil,” kata Erick.
Ia menambahkan, tidak hanya BUMN, sejumlah pelaku usaha swasta juga diajak pemerintah dalam mendukung misi negosiasi tersebut.
Beberapa di antaranya berasal dari sektor industri pangan dan perdagangan, seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT FKS Food Sejahtera Tbk, serta sejumlah asosiasi.
"Jadi enggak hanya dari BUMN, dari private sector (swasta) juga banyak. Ada dari Indofood, ada dari FKS, terus ada dari asosiasi," pungkas Erick.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






