Kesepakatan Tarif dengan AS Momentum Perkuat Daya Tawar Global Indonesia

AKURAT.CO Kesepakatan tarif 19 persen antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) bukan sekadar soal perdagangan dan neraca ekspor-impor, tetapi menjadi peluang strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta geoekonomi dan geopolitik global.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyatakan, meski kebijakan ini berisiko terhadap daya saing produk lokal dan potensi penurunan surplus perdagangan dengan AS, Indonesia justru tengah memasuki fase penting sebagai kekuatan ekonomi yang kian diperhitungkan dunia.
“Indonesia sedikit demi sedikit naik kelas dalam geliat ekonomi global. PDB per kapita kita terus menunjukkan tren positif dalam satu dekade terakhir. Meski belum termasuk negara maju, tapi kita on the track ke arah sana,” ujar Sukamta dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/7/2025).
Politikus PKS itu menilai, kesepakatan tarif ini bisa dimaknai sebagai pengakuan tidak langsung dari Amerika Serikat terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang kini mulai diatur ulang dalam sistem tarif mereka.
Namun menurutnya, dampak strategis dari kesepakatan ini lebih dari sekadar perdagangan.
“Dengan posisi Indonesia sekarang, kita bisa tingkatkan daya tawar dalam percaturan global. Bukan hanya soal ekonomi dan perdagangan, tapi juga politik global,” ujarnya.
Baca Juga: DPRD Jakarta Bongkar Kasus Jual-Beli Bantuan Pangan KJP Lewat Barcode
Ia mencontohkan, peran Indonesia yang kian relevan dalam mendorong penyelesaian konflik internasional, termasuk di kawasan Timur Tengah.
“Salah satunya soal upaya menciptakan perdamaian di Timur Tengah dan kemerdekaan Palestina secara penuh,” tegas anggota DPR dari Dapil DI Yogyakarta itu.
Sukamta mengingatkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar dalam perjanjian dagang internasional, melainkan harus mampu memanfaatkan momentum ini sebagai instrumen diplomasi ekonomi yang berkeadilan dan berpihak pada kepentingan nasional.
“Kesepakatan dagang bukan semata hitung-hitungan laba rugi. Ini soal bagaimana kita membangun pengaruh, memosisikan Indonesia sebagai negara dengan prinsip, dan nilai tawar yang kuat di forum global,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








