Indonesia Pertahankan Peringkat Kredit BBB+ di Tengah Ketidakpastian Global

AKURAT.CO Lembaga pemeringkat Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) kembali mempertahankan peringkat kredit (sovereign credit rating) Republik Indonesia pada level BBB+ atau kategori investment grade dengan outlook stabil.
Keputusan tersebut menjadi sinyal kuat atas kepercayaan investor dan komunitas keuangan internasional terhadap ketahanan ekonomi dan stabilitas makro Indonesia di tengah dinamika global yang kian kompleks.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyambut baik keputusan tersebut. Menurutnya, afirmasi peringkat kredit ini mencerminkan keyakinan kuat dunia internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid.
Baca Juga: Juda Agung Diangkat Jadi ADK OJK Ex Officio BI
“Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian,” ujar Perry dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (25/9/2025).
Dalam laporannya, JCR menilai bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga, meskipun tekanan eksternal masih membayangi. Konsumsi domestik yang kuat, kebijakan fiskal yang hati-hati, serta rasio utang publik yang terkendali menjadi faktor utama yang menopang stabilitas tersebut.
Hingga saat ini, rasio utang pemerintah Indonesia tetap terjaga di bawah 40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), sementara defisit fiskal diperkirakan berada pada kisaran 2,3 hingga 2,5% PDB.
Kinerja perekonomian Indonesia pun tetap kuat, dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan bertahan di sekitar 5%. Meski pada 2025 laju pertumbuhan berpotensi sedikit melambat akibat melemahnya permintaan eksternal imbas penerapan tarif timbal balik oleh Amerika Serikat, JCR memproyeksikan pertumbuhan tetap stabil dalam jangka menengah.
JCR juga menyoroti faktor-faktor lain yang menopang ketahanan ekonomi Indonesia, seperti belanja pemerintah pascapemilu, investasi infrastruktur, serta ekspor yang meningkat menjelang pemberlakuan tarif. Hal-hal tersebut menjadi penopang utama perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: BI Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,1 Persen di 2025
Dari sisi eksternal, kondisi fundamental juga menunjukkan kekuatan. Cadangan devisa Indonesia tercatat mencapai USD150,7 miliar per Agustus 2025, setara dengan 6,3 bulan impor. Jumlah ini berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang umumnya hanya sekitar tiga bulan impor.
Selain itu, arus investasi langsung (FDI) terus menunjukkan tren positif dan berkontribusi terhadap daya tahan ekonomi nasional. Hal ini sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia di masa depan.
Meski defisit transaksi berjalan diperkirakan akan meningkat secara bertahap pada 2025 seiring melemahnya permintaan eksternal, JCR menilai ketahanan eksternal Indonesia masih tetap terjaga berkat kombinasi faktor cadangan devisa yang kuat dan masuknya arus modal asing.
Peringkat kredit BBB+ dengan outlook stabil yang diberikan JCR merupakan bentuk kepercayaan yang konsisten terhadap perekonomian Indonesia. Sebelumnya, pada 25 Maret 2024, JCR juga telah mempertahankan peringkat serupa. Hal ini menunjukkan konsistensi kinerja fundamental ekonomi Indonesia di mata lembaga pemeringkat internasional.
Investment grade ini penting tidak hanya sebagai pengakuan, tetapi juga sebagai faktor yang meningkatkan daya tarik Indonesia di mata investor global. Dengan peringkat tersebut, biaya pinjaman pemerintah di pasar internasional dapat ditekan, sementara kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Tanah Air akan meningkat.
“Keputusan JCR ini memperkuat optimisme kami bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat untuk terus tumbuh secara berkelanjutan, meskipun tantangan global tidak ringan,” ujar Perry.
Peringkat kredit yang tetap terjaga menjadi bukti nyata bahwa strategi kebijakan pemerintah dan otoritas moneter berjalan efektif. Kombinasi antara stabilitas fiskal, fundamental ekonomi yang kuat, dan kepercayaan investor akan menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan global ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






