Purbaya Ingin BLTS Tersalurkan ke 35 Juta KPM Paling Lambat Bulan Ini
Hefriday | 3 November 2025, 18:35 WIB

AKURAT.CO Pemerintah mengebut penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Sejahtera senilai total Rp31,5 triliun dengan target seluruh dana tersalurkan kepada 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) pada November 2025.
Namun, di tengah percepatan tersebut, akses keuangan masyarakat menjadi pekerjaan rumah terbesar yang harus dibereskan.
Menteri Keuangan RI (Mekeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan percepatan distribusi BLTS diperlukan untuk memberikan dorongan tambahan pada perekonomian, khususnya menjelang akhir tahun.
“Saya harapkan November sudah habis semua yang Rp31,5 triliun untuk memberikan dorongan tambahan lagi ke perekonomian,” ujarnya usia rapat bersama Komite IV DPD di Jakarta, Senin (3/11/2025).
Baca Juga: Bank Mandiri Siap Salurkan Rp3,22 Triliun BLTS Kesra 2025 Lewat Jaringan Cabang dan Mandiri Agen
Dana BLTS sebesar Rp900 ribu per KPM untuk tiga bulan ditujukan bagi kelompok masyarakat berpendapatan terendah pada desil 1 hingga 4. Hingga saat ini, sekitar Rp18 triliun telah dicairkan oleh Kemenkeu, sementara sisanya diupayakan tuntas dalam waktu dekat.
Meski pemerintah menggenjot percepatan penyaluran, data menunjukkan bahwa dari 35,04 juta KPM yang menjadi target, sebanyak 18,9 juta di antaranya belum memiliki rekening bank.
Artinya, lebih dari separuh penerima masih mengandalkan skema penyaluran konvensional melalui PT Pos Indonesia.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri lantaran pemerintah terus mendorong digitalisasi bantuan sosial agar lebih cepat, akurat, dan mengurangi potensi penyimpangan.
Sementara 16,14 juta KPM lainnya telah tercatat memiliki rekening dan dapat menerima bantuan langsung melalui perbankan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa masyarakat tidak dikenakan biaya apa pun dalam proses penyaluran bantuan, termasuk BLTS.
“Semua bansos disalurkan tanpa pungutan. Masyarakat tidak perlu membayar biaya administrasi atau potongan,” katanya.
Mensos menjelaskan bahwa proses penyaluran bansos kini dilengkapi verifikasi lapangan secara langsung, terutama bagi KPM yang menerima bantuan melalui PT Pos Indonesia.
Petugas di lapangan akan mendokumentasikan kondisi rumah serta mencatat aset dan profil keluarga penerima.
“Melalui PT Pos, kita bisa mendapatkan verifikasi langsung, ada proses pendataan yang lebih akurat,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





