Ekspor ke Eropa Bisa Naik 50 Persen, Pemerintah Soroti Transformasi Industri

AKURAT.CO Pemerintah menilai kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) bukan hanya menjadi peluang meningkatkan ekspor, tetapi juga titik balik untuk mempercepat transformasi struktural perekonomian nasional.
Kesepakatan yang telah lama dinegosiasikan itu disebut membuka babak baru orientasi industri Indonesia menuju pasar global bernilai tambah tinggi.
Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyampaikan bahwa IEU-CEPA berpotensi mendorong ekspor Indonesia ke Eropa lebih dari 50%.
Baca Juga: CEPA Rampung, Mendag Ajak Pengusaha Siapkan Produk untuk Pasar UE
Namun, pemerintah menekankan bahwa manfaat terbesar dari perjanjian tersebut bukan semata-mata pada nilai perdagangan, melainkan pada peningkatan daya saing industri dalam jangka panjang.
“Kalau itu nanti berlaku, sangat besar pengaruhnya. Bahkan Bapak Menko menjamin kenaikannya bisa lebih dari 50 persen. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana industri kita bertransformasi mengikuti standar tinggi pasar Eropa,” ujarnya di Jakarta, Rabu (3/12/2025).
IEU-CEPA akan membuat lebih dari 98% produk Indonesia yang masuk ke Eropa dikenakan tarif 0%. Produk apparel yang sebelumnya dibebani tarif 7–15% kini bisa mengakses pasar Eropa tanpa hambatan tarif.
Begitu juga produk agro seperti pisang yang sebelumnya dikenai tarif hingga 16%.
Pemerintah melihat perubahan tarif ini bukan hanya soal peningkatan volume ekspor, tetapi dorongan agar pelaku industri dalam negeri mengadopsi standar produksi berkelanjutan yang kini menjadi syarat utama Uni Eropa.
Dengan begitu, Indonesia berpotensi naik kelas dari eksportir bahan mentah menjadi eksportir produk bernilai tambah.
Baca Juga: Ada IEU-CEPA, Banyak Komoditas Unggulan Sumbar Berpotensi Masuk ke Pasar Eropa
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menegaskan IEU-CEPA menjadi modal bagi pemerintah untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029.
Menurutnya, akses pasar yang lebih luas harus dibarengi peningkatan produktivitas nasional agar manfaatnya tidak hanya dinikmati sektor perdagangan.
“Tarif 0 persen untuk sawit, kopi, kakao, karet, tekstil, elektronik, sampai produk perikanan seperti lobster dan udang harus menjadi pemicu modernisasi industri kita. Akses pasarnya sudah dibuka, kini giliran industrinya memperkuat kualitas,” kata Ferry.
Selain sektor perdagangan, IEU-CEPA juga menghadirkan manfaat non-tarif seperti kemudahan visa fast-track bagi pelaku usaha.
Pemerintah menilai fasilitas ini dapat mempercepat mobilitas bisnis dan mendorong kolaborasi teknologi dengan negara-negara Eropa, yang selama ini menjadi tantangan utama industri nasional.
Sejalan dengan perjanjian tersebut, pemerintah menyiapkan strategi untuk memperkuat fondasi ekonomi domestik. Kebijakan yang akan dipacu mencakup peningkatan produktivitas industri, penerapan ekonomi hijau dan ekonomi biru, hingga mendorong kawasan perkotaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Transformasi digital juga disebut menjadi prioritas untuk memastikan industri Indonesia mampu mengikuti standar rantai pasok global.
Pemerintah menilai digitalisasi dapat mempercepat efisiensi produksi dan memperluas peluang usaha kecil menengah untuk menembus pasar Eropa.
Belanja negara juga akan diarahkan untuk mendukung sektor produktif, khususnya industri yang berpotensi mendapatkan manfaat dari IEU-CEPA.
Pemerintah menegaskan belanja publik bukan hanya sebagai instrumen fiskal, tetapi sebagai katalis pembentukan industri berdaya saing global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








