Konsumsi RI Bakal Ngegas Sejak Awal 2026 Berkat Program MBG
Hefriday | 11 Desember 2025, 17:02 WIB

AKURAT.CO Konsumsi rumah tangga diperkirakan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Kepala Ekonom PermataBank, Josua Pardede, menegaskan bahwa berbagai kebijakan pemerintah dan penguatan daya beli masyarakat akan membawa konsumsi kembali tumbuh di atas 5%, untuk pertama kalinya sejak pandemi.
Joshua menjelaskan, pada tiga kuartal pertama 2025, konsumsi rumah tangga mencatat pertumbuhan 4,94%. Dengan kombinasi belanja pemerintah, percepatan program bantuan berbasis keluarga (MBG), serta faktor musiman pada awal tahun, konsumsi diproyeksikan meningkat signifikan.
Menurutnya, percepatan belanja pemerintah akan mulai terasa sejak Januari 2026. “Berbeda dengan tahun ini yang realisasinya baru terlihat pada kuartal kedua dan ketiga, tahun depan belanja langsung start di 1 Januari. Ini akan mendorong akselerasi lebih cepat,” ujar Josua secara daring, Kamis (11/12/2025).
Menurutnya, percepatan belanja pemerintah akan mulai terasa sejak Januari 2026. “Berbeda dengan tahun ini yang realisasinya baru terlihat pada kuartal kedua dan ketiga, tahun depan belanja langsung start di 1 Januari. Ini akan mendorong akselerasi lebih cepat,” ujar Josua secara daring, Kamis (11/12/2025).
Baca Juga: Investasi RI Ditaksir Tumbuh 5,6 Persen di 2026
Faktor musiman juga turut memperkuat keyakinan tersebut. Pada kuartal pertama 2026, Indonesia menghadapi momentum Ramadan dan Idul Fitri yang historisnya selalu mendorong konsumsi rumah tangga.
Selain itu, indeks keyakinan konsumen menunjukkan tren perbaikan. Kebijakan pro-growth dari pemerintah dan Bank Indonesia dianggap mampu meningkatkan optimisme masyarakat dalam melakukan belanja.
Program MBG yang diperluas pada 2026 meliputi ibu hamil, balita, serta kelompok rentan disebut menjadi faktor tambahan dalam mengangkat daya beli. Anggaran program tersebut meningkat menjadi Rp135 triliun.
Joshua menilai, peningkatan cakupan MBG tidak hanya menopang konsumsi jangka pendek, tetapi juga mendorong produktivitas jangka panjang melalui perbaikan kualitas SDM.
Faktor musiman juga turut memperkuat keyakinan tersebut. Pada kuartal pertama 2026, Indonesia menghadapi momentum Ramadan dan Idul Fitri yang historisnya selalu mendorong konsumsi rumah tangga.
Selain itu, indeks keyakinan konsumen menunjukkan tren perbaikan. Kebijakan pro-growth dari pemerintah dan Bank Indonesia dianggap mampu meningkatkan optimisme masyarakat dalam melakukan belanja.
Program MBG yang diperluas pada 2026 meliputi ibu hamil, balita, serta kelompok rentan disebut menjadi faktor tambahan dalam mengangkat daya beli. Anggaran program tersebut meningkat menjadi Rp135 triliun.
Joshua menilai, peningkatan cakupan MBG tidak hanya menopang konsumsi jangka pendek, tetapi juga mendorong produktivitas jangka panjang melalui perbaikan kualitas SDM.
“Jika penyerapan MBG lebih masif, pertumbuhan konsumsi dapat melampaui proyeksi konservatif kami,” katanya.
Dengan komposisi konsumsi yang mencapai lebih dari 50% PDB, kenaikan ini menjadi penentu pertumbuhan ekonomi nasional. Dirinya memproyeksikan ekonomi 2026 berada pada kisaran 5,1–5,2%, dan dapat lebih tinggi jika risiko global mereda.
Joshua mengingatkan bahwa stabilitas harga pangan akan menjadi kunci. Pemerintah dinilai perlu menjaga koordinasi pusat dan daerah untuk mencegah tekanan inflasi, terutama pasca bencana yang mengganggu distribusi logistik.
Dengan komposisi konsumsi yang mencapai lebih dari 50% PDB, kenaikan ini menjadi penentu pertumbuhan ekonomi nasional. Dirinya memproyeksikan ekonomi 2026 berada pada kisaran 5,1–5,2%, dan dapat lebih tinggi jika risiko global mereda.
Joshua mengingatkan bahwa stabilitas harga pangan akan menjadi kunci. Pemerintah dinilai perlu menjaga koordinasi pusat dan daerah untuk mencegah tekanan inflasi, terutama pasca bencana yang mengganggu distribusi logistik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








