Dubes Djauhari: Investasi ke Indonesia Berarti Sekaligus Masuk Pasar ASEAN

AKURAT.CO Duta Besar Republik Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, menyatakan bahwa Indonesia memiliki posisi yang strategis sebagai pintu masuk ke pasar ASEAN.
Djauhari mengatakan, Indonesia memiliki sejumlah keunggulan sebagai tujuan investasi, mulai dari ekonomi terbesar di ASEAN, jumlah penduduk terbesar di kawasan, hingga pasar domestik yang luas.
Kondisi tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi ASEAN sekaligus memiliki peran kepemimpinan yang penting di kawasan.
Baca Juga: Ketum PBNU Gus Yahya Temui Menkeu Purbaya, Bahas Investasi dan Program Kemasyarakatan
"Indonesia juga memiliki peran kepemimpinan yang penting di kawasan. Karena itu, berinvestasi di Indonesia bukan hanya berarti masuk ke Indonesia, tetapi masuk juga ke ASEAN," kata Djauhari dalam Indonesia-China Partnership Forum di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Djauhari menyebut, berinvestasi di Indonesia tidak hanya berarti memasuki pasar nasional, tetapi juga membuka akses menuju pasar ASEAN.
Karena itu, Indonesia memiliki nilai strategis sebagai basis produksi, distribusi, inovasi, hingga kemitraan bagi perusahaan-perusahaan China yang ingin memperluas bisnisnya di kawasan.
"Indonesia dapat menjadi hub production, hub distribusi, hub inovasi, hub kemitraan bagi perusahaan Tiongkok yang ingin tumbuh bersama di kawasan. Inilah nilai strategis Indonesia," ujarnya.
Djauhari mengungkapkan, selama bertugas di Beijing dirinya melihat langsung tingginya minat perusahaan-perusahaan China untuk berinvestasi di Indonesia. Namun, ia menilai ketertarikan tersebut harus segera diwujudkan menjadi investasi nyata yang menghasilkan proyek-proyek konkret.
Menurutnya, kerja sama investasi yang dibangun juga harus memberikan manfaat yang seimbang bagi kedua negara, baik melalui penciptaan lapangan kerja, alih teknologi, maupun penguatan industri.
“Karena itulah, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada perusahaan-perusahaan dari China yang hadir pada pagi hari ini,” tutur Djauhari.
Senada dengan itu, Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri, Zelda Wulan Kartika mengatakan pemerintah tengah menjalankan agenda transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan investasi berkualitas.
Menurut Zelda, investasi yang dibutuhkan bukan sekadar menambah nilai modal masuk, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri nasional, mendorong transfer pengetahuan, mempercepat inovasi, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Karena itu, pemerintah menyambut meningkatnya minat investor asal China untuk memperluas kemitraan di Indonesia. Namun, Zelda berharap kerja sama yang terjalin ke depan tidak hanya berfokus pada investasi antarperusahaan besar.
“Namun pada saat yang sama, kami juga berharap agar semakin banyak kolaborasiyang melibatkan universitas, pusat riset,perusahaan rintisan, pemerintah daerah, serta usaha mikro, kecil, dan menengah,” ucap Zelda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









