Rupiah Ditaksir Menguat Lagi ke Rp17.630 Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (3/9/2026). Rupiah menguat 84 poin atau 0,47% ke level Rp17.679 per USD dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp17.763 per USD.
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai, rupiah masih berpeluang bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat (4/9/2026). Pasar akan mencermati perkembangan sentimen global, terutama kondisi ekonomi AS dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp17.630-Rp17.680," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Jumat (4/9/2026).
Baca Juga: Mengintip Bauran Kebijakan Terbaru dari BI di Tengah Pelemahan Rupiah dan Pertumbuhan Ekonomi
Pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan data ekonomi AS. Pasar saat ini menunggu sejumlah indikator penting, termasuk data ketenagakerjaan AS yang menjadi salah satu pertimbangan utama The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneternya.
Salah satu perhatian pasar berasal dari data ketenagakerjaan sektor swasta AS. Data ADP Employment Change menunjukkan penambahan pekerja sektor swasta sebanyak 38.000 pada Agustus 2026.
Angka tersebut berada di bawah perkiraan pasar sebesar 47.000 pekerja dan melambat dibandingkan kenaikan 46.000 pekerja pada periode sebelumnya. Data tersebut menjadi perhatian karena kondisi pasar tenaga kerja dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan The Fed.
Pasar selanjutnya menunggu laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang menjadi salah satu indikator utama kondisi ketenagakerjaan AS. Data tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan dolar AS sekaligus nilai tukar rupiah.
Jika data tenaga kerja menunjukkan pelemahan yang lebih besar dari perkiraan, ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan moneter AS dapat berkurang. Kondisi tersebut berpotensi memberikan ruang bagi rupiah untuk mempertahankan penguatannya.
Sebaliknya, apabila data tenaga kerja AS lebih kuat dari perkiraan, dolar AS berpotensi kembali mendapatkan dukungan karena pasar dapat memperkirakan kebijakan moneter AS tetap ketat.
Pergerakan dolar AS juga berlangsung di tengah perubahan ekspektasi pasar terhadap keputusan The Fed pada pertemuan 15-16 September 2026.
Sebelumnya, pasar meningkatkan taruhan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan sikap tegas terhadap inflasi dalam Simposium Jackson Hole.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan ekspektasi tersebut kembali berubah. Pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller mengenai perkembangan inflasi membuat pelaku pasar memangkas probabilitas kenaikan suku bunga pada September.
Data pasar menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September sempat berada di atas 60%, tetapi kemudian turun menjadi sekitar 48% pada Kamis setelah pernyataan Waller.
Perubahan ekspektasi tersebut turut memberikan tekanan terhadap dolar AS dan menjadi salah satu faktor yang mendukung penguatan sejumlah mata uang, termasuk rupiah.
Karena itu, data ekonomi AS yang akan dirilis berikutnya menjadi penting bagi pasar untuk menentukan kembali arah ekspektasi kebijakan The Fed. Selain faktor moneter AS, rupiah juga menghadapi risiko dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Eskalasi konflik antara AS dan Iran kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah. Gangguan terhadap pasokan energi dapat mendorong kenaikan harga minyak dan pada akhirnya meningkatkan tekanan inflasi global.
Kondisi tersebut menjadi persoalan bagi bank sentral karena kenaikan harga energi dapat membuat tekanan inflasi kembali meningkat.
Ibrahim mengatakan penguatan rupiah masih berpotensi terbatas karena pasar tetap mencermati risiko kenaikan inflasi umum maupun inflasi inti dalam beberapa bulan ke depan.
"Laju kenaikan terbatas akibat kekhawatiran bahwa inflasi umum dan inflasi inti dapat meningkat lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang," ujarnya.
Menurut brahim, risiko tersebut antara lain berasal dari tingginya biaya input dan logistik, kenaikan kembali harga energi, serta potensi gangguan pasokan pangan akibat fenomena El Niño.
Dengan demikian, penguatan rupiah pada perdagangan Kamis belum serta-merta menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang Garuda telah berakhir.
Dari dalam negeri, perhatian pasar juga tertuju pada kepemimpinan baru Bank Indonesia (BI). Destry Damayanti resmi dilantik sebagai Gubernur BI pada Rabu (2/9/2026) untuk periode 2026-2031. Destry menjadi perempuan pertama yang memimpin bank sentral Indonesia.
Dalam kepemimpinannya, Destry menekankan pentingnya kebijakan bank sentral yang responsif terhadap tantangan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan.
BI juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan kementerian/lembaga dalam menghadapi tantangan domestik, termasuk pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas perekonomian.
Ibrahim menilai arah kebijakan tersebut menjadi salah satu sentimen yang dapat mendukung kepercayaan pasar terhadap rupiah.
"Arah kebijakan yang ia usung berfokus pada beberapa poin penting yaitu kebijakan bank sentral ke depan akan berlandaskan pada prinsip Impactful, Inklusif, dan Integratif," kata Ibrahim.
Ketiga prinsip tersebut, lanjut dia, disatukan dalam komitmen Sinergi Merah Putih untuk mendukung kemajuan ekonomi nasional.
Dengan berbagai sentimen tersebut, rupiah diperkirakan masih memiliki ruang untuk menguat, tetapi pergerakannya cenderung terbatas dan fluktuatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










