Magang Nasional Jadi Strategi Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

AKURAT.CO Pemerintah menjadikan program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi Nasional sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diperkirakan berada di kisaran 5,6%. Pemerintah kemudian menargetkan pertumbuhan ekonomi meningkat menuju 6% pada 2027.
“Tahun 2026 diperkirakan (pertumbuhan ekonomi) dalam kisaran 5,6 persen menuju 6 persen di tahun 2027,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (9/9/2026).
Baca Juga: Jadwal Pendaftaran MagangHub Batch 2 Tahun 2026: Cek Tahapan dan Syaratnya
Menurut Airlangga, pencapaian target tersebut tidak hanya bergantung pada kebijakan makroekonomi, tetapi juga peningkatan produktivitas tenaga kerja.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah memperluas kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman kerja melalui program Magang Nasional.
“Terkait produktivitas dari tenaga kerja, pemerintah meluncurkan program magang bagi lulusan perguruan tinggi, yang jumlahnya di tahun ini 150 ribu,” ujarnya.
Program Magang Nasional atau MagangHub 2026 menargetkan sebanyak 150 ribu peserta.
Program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman kerja kepada lulusan perguruan tinggi sekaligus mempertemukan kompetensi tenaga kerja muda dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Pemerintah berharap pengalaman magang dapat memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan perusahaan.
Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menyesuaikan keterampilan yang dimiliki dengan kebutuhan industri.
Airlangga mengatakan program magang tersebut berjalan beriringan dengan Pelatihan Vokasi Nasional yang juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
“Senada dengan program Magang Nasional, pemerintah juga mendorong produktivitas nasional melalui program Pelatihan Vokasi Nasional yang menargetkan lebih dari 200 ribu peserta tahun ini,” kata Airlangga.
Menurut Airlangga, kedua program tersebut memiliki fungsi strategis karena menyasar angkatan kerja muda yang baru memasuki pasar kerja.
“Nah ini tentu sebuah angka yang besar, di mana dengan adanya pelatihan vokasi maupun magang selama enam bulan, diharapkan generasi muda ini yang baru lulus bisa link and match dengan kalangan industrinya,” ujarnya.
Di sisi lain, proses Magang Nasional 2026 kini memasuki tahap seleksi untuk angkatan kedua. Pendaftaran peserta Magang Nasional 2026 Tahap II resmi ditutup pada 8 September 2026.
Setelah pendaftaran ditutup, proses seleksi peserta dijadwalkan berlangsung pada 9-15 September 2026. Hasil seleksi kemudian akan diumumkan pada 18 September 2026.
Peserta yang dinyatakan lolos selanjutnya dijadwalkan mulai mengikuti program magang pada 21 September 2026.
Magang Nasional 2026 Tahap II merupakan bagian dari target 150 ribu peserta sepanjang 2026. Pada setiap angkatan, pemerintah menyediakan kuota sebanyak 50 ribu peserta.
Dengan demikian, program tersebut tidak hanya menjadi sarana bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat kualitas dan produktivitas angkatan kerja baru.
Selain Magang Nasional, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga membuka Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 5.
Pendaftaran program pelatihan tersebut dilakukan secara daring melalui platform Skillhub dan dibuka hingga 16 September 2026.
Peserta yang lolos seleksi awal selanjutnya wajib mengikuti tahapan wawancara yang dijadwalkan berlangsung pada 17-23 September 2026.
Hasil seleksi peserta Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 5 akan diumumkan pada 24 September 2026.
Pelaksanaan kedua program tersebut menunjukkan fokus pemerintah untuk meningkatkan keterhubungan antara pendidikan, keterampilan, dan kebutuhan pasar kerja.
Bagi pemerintah, peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi salah satu faktor yang perlu diperkuat untuk mendukung produktivitas nasional dan pencapaian target pertumbuhan ekonomi.
Dengan target pertumbuhan ekonomi yang diarahkan menuju 6% pada 2027, pemerintah kini terus mengejar peningkatan aktivitas ekonomi.
Lalu juga berupaya memperkuat kapasitas tenaga kerja yang akan menjadi bagian dari proses produksi di berbagai sektor industri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










