FSP RTMM-SPSI Suarakan Harapan kepada Menkeu Suahasil

AKURAT.CO Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman–Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) menyampaikan harapan kepada Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Harapan tersebut berkaitan dengan kebijakan fiskal, keberlanjutan industri, dan perlindungan tenaga kerja.
Baca Juga: Suahasil Ungkap PPN Tumbuh 38,9 Persen, Ini Penopangnya
FSP RTMM-SPSI juga mengapresiasi kebijakan Purbaya Yudhi Sadewa selama menjabat Menteri Keuangan. Federasi tersebut berharap kebijakan yang telah berjalan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan industri, termasuk penyerapan tenaga kerja.
“Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pak Purbaya selama menjalankan amanah sebagai Menteri Keuangan. Kami berharap kebijakan-kebijakan yang sudah berjalan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian dan keberlanjutan industri, termasuk penyerapan tenaga kerja,” tulis FSP RTMM-SPSI dalam pernyataannya.
Terkait pergantian Menteri Keuangan, FSP RTMM-SPSI berharap Suahasil Nazara dapat mempertahankan dan melanjutkan kebijakan fiskal yang memperhatikan penerimaan negara, keberlanjutan industri, dan perlindungan tenaga kerja. Federasi tersebut juga menyoroti dampak kebijakan fiskal terhadap sektor rokok, tembakau, makanan, dan minuman.
Menurut FSP RTMM-SPSI, sektor tersebut memiliki keterkaitan dengan penyerapan tenaga kerja dan rantai pasok di berbagai daerah. Karena itu, kebijakan fiskal yang berdampak terhadap sektor tersebut diharapkan mempertimbangkan keberlangsungan produksi dan lapangan pekerjaan.
“Kami berharap Pak Suahasil dapat memastikan kebijakan fiskal ke depan yang tidak hanya berorientasi pada penerimaan negara, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan industri dan kepastian kerja,” tulis FSP RTMM-SPSI dalam pernyataannya. Federasi tersebut menyebut industri yang tetap tumbuh dan beroperasi secara berkelanjutan berkaitan dengan kepastian pekerjaan dan penghidupan pekerja.
Baca Juga: Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Ini Respons Maruarar Sirait
FSP RTMM-SPSI juga menyoroti pentingnya stabilitas kebijakan bagi industri.
Menurut federasi tersebut, kepastian kebijakan diperlukan agar industri dapat menyusun rencana usaha, mempertahankan kegiatan produksi, dan menjaga penyerapan tenaga kerja.
“Kami juga berharap pemerintah dapat mengedepankan prinsip kepastian usaha dan kepastian kerja dalam merumuskan kebijakan fiskal, khususnya kebijakan pajak, cukai, maupun pungutan yang memiliki dampak terhadap sektor industri,” tulis FSP RTMM-SPSI.
FSP RTMM-SPSI berharap kebijakan fiskal yang telah memberikan kepastian bagi industri dapat dipertahankan, khususnya terkait perpajakan dan cukai. Kepastian tersebut dinilai penting bagi industri untuk menyusun rencana usaha, menjaga kegiatan produksi, dan mempertahankan lapangan pekerjaan.
“Penguatan penerimaan negara dan perlindungan tenaga kerja bukan merupakan dua kepentingan yang harus dipertentangkan. Jika industri dapat tumbuh secara berkelanjutan, lapangan kerja terjaga, dan daya beli masyarakat tetap kuat, maka aktivitas ekonomi dan basis penerimaan negara juga dapat berkembang,” tulis FSP RTMM-SPSI.
FSP RTMM-SPSI juga menyatakan pentingnya menjaga kesehatan APBN sekaligus memperhatikan keberlanjutan industri dan perlindungan tenaga kerja. Hal tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





