Khawatirkan Tarif Agresif Trump, Ini Harapan Bos The Fed
Demi Ermansyah | 6 Desember 2024, 16:03 WIB

AKURAT.CO Kisruh karena perbedaan idealisme antara Gubernur The Fed, Jerome Powell dengan Presiden Terpilih Amerika Serikat, Donald Trump nampaknya masih belum menemukan benang merah.
Meskipun begitu Jerome berharap kepada para pejabat The Fed kedepannya untuk tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan, terutama terkait penurunan suku bunga. "Kami bisa bersikap sedikit lebih hati-hati saat mencoba mencapai posisi netral," ucap Powell melalui lansiran Bloomberg, Jumat (6/12/2024).
Usut punya usut, indikator inflasi inti yang menjadi acuan utama The Fed menunjukkan kenaikan tahunan pada Oktober. Hal ini memperkuat pendekatan hati-hati mereka dalam mengurangi suku bunga lebih lanjut. Powell juga menilai risiko melemahnya pasar tenaga kerja mulai berkurang.
Meskipun begitu, disebutkan bahwa rapat kebijakan selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada 17-18 Desember di Washington. Namun, Powell tidak mengungkapkan apakah ia mendukung langkah penurunan suku bunga dalam pertemuan tersebut. Bahkan tak sedikit para analis memprediksi The Fed sudah pasti akan memangkas suku bunga sebesar seperempat poin pada bulan ini, lalu kembali d mempertahankan kebijakan tersebut hingga pertemuan berikutnya di Januari.
Dikala Powell ditanya tanggapannya terhadap presiden terpilih dan calon Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, Powell mengakui dirinya sangat optimis mereka berdua dapat menjalin kerja sama yang baik dengan pemerintahan baru. "Saya yakin hubungan institusional kami, seperti dengan Dewan Penasihat Ekonomi, dan terutama dengan Departemen Keuangan, akan tetap solid," ucapnya.
Tak sampai disitu saja, Powell juga yakin hubungannya dengan Bessent akan serupa dengan hubungan baik yang ia miliki dengan Menteri Keuangan sebelumnya. Walaupun begitu, jika ditarik kembali jejaknya, calon Menkeu baru, Bessent sebelumnya sempat melontarkan ide untuk menunjuk "Gubernur Bayangan The Fed" sebelum masa jabatan Powell berakhir pada 2026, yang secara tidak langsung, langkah ini dinilai dapat melemahkan pengaruh The Fed terhadap pasar keuangan.
Merespon hal tersebut Powell menanggapi hal tersebut dengan santai, dimana dirinya menegaskan bahwa gagasan yang dilontarkan oleh Bessent tidak akan pernah menjadi kenyataan. "Ya, intinya saya rasa itu sama sekali tidak perlu dipikirkan lebih lanjut (tidak penting)," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








