BI Perkuat Likuiditas Rupiah, Repo Non-SBN Diperluas ke SMI

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) menyiapkan penguatan likuiditas melalui fasilitas repo surat berharga non-SBN sebagai salah satu strategi menjaga stabilitas rupiah di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
Gubernur BI, Destry Damayanti mengatakan, penguatan kebijakan moneter akan dilakukan secara konsisten, termasuk melalui pengawasan lalu lintas devisa dan penguatan kecukupan likuiditas di pasar keuangan.
“Kami akan memperkuat pengawasan lalu lintas devisa, kemudian juga kami akan terus memperkuat kecukupan likuditas melalui repo operasi moneter untuk non-SBN,” kata Destry dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Baca Juga: Caplok Asuransi Etiqa, Maybank Indonesia Mulai Beroperasi sebagai Grup Keuangan Terintegrasi
Destry menjelaskan BI telah mulai membuka fasilitas repo untuk surat berharga non-SBN. Fasilitas tersebut saat ini telah diterapkan pada surat berharga yang diterbitkan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).
Selanjutnya, mulai Oktober 2026, fasilitas repo tersebut akan diperluas untuk surat berharga PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Dengan fasilitas tersebut, surat berharga yang diterbitkan SMF dan SMI dapat direpokan kepada BI. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menyediakan tambahan likuiditas, tetapi juga memperdalam pasar uang untuk kedua instrumen tersebut.
Langkah BI tersebut dilakukan ketika tekanan eksternal terhadap nilai tukar masih menjadi perhatian. Salah satunya berasal dari penguatan dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia.
Destry mengatakan kondisi tersebut tidak terlepas dari perkembangan suku bunga bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed). Pada September 2026, The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00%.
BI juga memperkirakan The Fed masih akan menaikkan suku bunga acuannya satu kali lagi pada triwulan IV 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









