WFH, ASN DKI Jakarta Diawasi Lewat Video Call
AKURAT.CO Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengawasi ASN saat kebijakan kerja dari rumah (WFH) diterapkan demi mengurangi tingkat polusi udara. Salah satunya melalui panggilan video atau video call.
"Pengawasannya gampang. Jadi, saya meminta kepada atasannya langsung untuk video call, tanya dia ada di mana? Kalau di rumah, rumahnya ada di mana?" kata Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, kepada wartawan di Jakarta Utara, Minggu (20/8/2023).
Dia menuturkan, kebijakan WFH tentunya diimbangi dengan memberikan pekerjaan yang lebih banyak dari biasanya selama uji coba pertama dilakukan pada 21 Agustus sampai 21 Oktober 2023.
Nantinya, jika uji coba terbilang efektif, pihaknya akan melapor ke Kementerian Dalam Negeri. Apabila ditemukan tidak efektif lantaran ASN tidak disiplin maka akan kembali ditempatkan di kantor.
"Kalau dalam kurun waktu tidak sampai 21 Oktober misalnya tidak efektif, karyawan atau ASN yang WFH di rumah tidak disiplin ya saya kembalikan," ujar Heru.
Untuk perusahaan swasta maka dapat melakukan kebijakan sendiri mengenai WFH demi membantu menjaga kualitas udara dan mengatasi kemacetan di ibu kota.
"Mereka berbisnis dan usahanya supaya maju harus kita perhatikan. Semuanya sudah dewasa untuk mengatur masing-masing," kata Heru.
Sebelumnya, Heru mengatakan bahwa kebijakan work from home (WFH) untuk ASN akan ditingkatkan menjadi 75 persen saat penyelenggaraan KTT Ke-43 ASEAN.
Dia menjelaskan, uji coba WFH terhadap ASN dilakukan selama tiga bulan mulai 21 Agustus sampai 21 Oktober dengan skema 50 persen WFH dan 50 persen bekerja di kantor (WFO).
ASN yang dikecualikan dari kebijakan WFH yakni yang bersinggungan langsung dengan pelayanan publik seperti pegawai di rumah sakit dan sekolah.
Kemudian, kebijakan WFH akan ditingkatkan menjadi 75 persen terhadap ASN di lingkungan Pemprov DKI Jakarta saat KTT ASEAN berlangsung pada 4-7 September.
Sedangkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sekolah yang berada di sekitar lokasi KTT ASEAN hanya berlaku pada saat ajang itu berlangsung.
Namun, untuk guru dan tenaga pendidik di sekolah tetap hadir dan beraktivitas seperti biasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal




