Ketua Dewas PAM Jaya Sindir PSI: Francine Tidak Paham, IPO Air Bersih Justru demi Warga Jakarta

AKURAT.CO PAM Jaya menanggapi penolakan politisi PSI, Francine Widjojo, atas rencana Perusahaan Umum Daerah Perusahaan Air Minum Jaya (Perumda PAM Jaya) melantai di bursa saham atau go public.
Ketua Dewan Pengawas PAM Jaya, Prasetyo Edi Marsudi, menilai Francine tidak memahami kondisi PAM Jaya pascahengkangnya dua operator swasta, Palyja dan Aetra, yang menyerahkan pengelolaan air sepenuhnya kepada perusahaan daerah.
"Kita mau kerja, bukan mau cari benar atau salah. IPO PAM Jaya sudah menjadi penugasan khusus Pak Gubernur Pramono Anung. Targetnya, IPO harus terlaksana tahun 2027," katanya, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Baca Juga: Air Bersih Pam Jaya Mengalir, Warga Kampung Sawah Rasakan Kemerdekaan Setelah 25 Tahun
Prasetyo juga menepis tudingan Francine yang menyebut rancangan perda perubahan status hukum PAM Jaya bukan usulan dari komisi maupun fraksi di DPRD Jakarta.
Menurutnya jika eksekutif mengajukan usulan dan disetujui mayoritas fraksi, maka ranperda harus dijalankan.
"Kalau ternyata PSI menolak ya tidak apa-apa. Tapi niat ranperda ini agar air bersih bisa sampai ke tengah masyarakat Jakarta," ujarnya.
Baca Juga: Pam Jaya Tancap Gas, 95 Ribu Sambungan Baru Terpasang Sejak 2023
Prasetyo menegaskan bahwa IPO justru akan membuat PAM Jaya lebih profesional dan bertanggung jawab. Karena bukan hanya Pemprov Jakarta yang mengawasi tetapi juga publik dan investor.
"Jangan dipikir kalau IPO, pelayanan malah jelek. Justru sebaliknya, kalau go public, iklim kerja lebih baik dan pelayanan ke masyarakat bisa meningkat," jelasnya.
Data PAM Jaya menunjukkan cakupan jaringan air bersih baru 73,4 persen di seluruh Jakarta. Agar bisa IPO, cakupan harus tembus minimal 83 persen.
Baca Juga: PAM Jaya Pecahkan Rekor MURI, Ribuan Rumah di Jakarta Kini Dapat Air Bersih Langsung dari Keran
"Sisa itu harus kami kejar. Direksi harus tunjukkan kinerja dulu ke masyarakat sebelum menawarkan saham ke investor," kata Prasetyo.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menargetkan dua BUMD segera masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni Bank Jakarta dan PAM Jaya.
Namun, Francine Widjojo tetap menolak langkah ini. Menurutnya, PAM Jaya lebih tepat berstatus perumda dengan orientasi pelayanan publik, bukan perseroda yang cenderung mengejar keuntungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








