Akurat Logo

Waspada, Ini Titik Rawan Begal di Jakarta yang Sering Jadi Sasaran Pelaku

Nurma Nafisa Faradilla | 22 Mei 2026, 12:30 WIB
Waspada, Ini Titik Rawan Begal di Jakarta yang Sering Jadi Sasaran Pelaku
Ilustrasi kejahatan jalanan. (OpenAi)

AKURAT.CO Kejahatan jalanan seperti begal masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Jakarta dan wilayah penyangga di sekitarnya. Sepanjang tahun 2026, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangani ratusan kasus kejahatan jalanan yang meliputi pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, hingga pencurian kendaraan bermotor.

Data kepolisian menunjukkan ada 171 kasus yang telah ditangani selama tahun ini. Dari jumlah tersebut, aparat berhasil menangkap 103 tersangka beserta sejumlah barang bukti seperti kendaraan bermotor, telepon genggam, senjata tajam, hingga senjata api.

Baca Juga: OJK Perketat Pengawasan Escrow Account DHE SDA Mulai Juni 2026

Tingginya angka kriminalitas jalanan membuat masyarakat diminta lebih waspada, terutama saat melintas di kawasan minim penerangan, jalur sepi, maupun akses jalan yang memudahkan pelaku melarikan diri.

Daftar Titik Rawan Begal di Jakarta

Berdasarkan pemetaan kasus yang ditangani Polda Metro Jaya selama April hingga Mei 2026, beberapa wilayah di Jakarta masuk kategori rawan begal. Jakarta Barat disebut menjadi salah satu kawasan dengan tingkat kerawanan cukup tinggi.

Selain itu, sejumlah titik di Jakarta Timur dan Jakarta Utara juga kerap menjadi lokasi aksi kejahatan jalanan, terutama pada malam hingga dini hari.

Berikut beberapa titik rawan begal di Jakarta yang perlu diwaspadai:

Jakarta Barat

  • Jalan Arjuna Selatan kawasan Palmerah dan Kebon Jeruk

  • Kawasan Taman Sari

  • Area sekitar Stasiun Grogol Petamburan

  • Duri Kepa

  • Pintu keluar Tol Rawa Buaya, Cengkareng

Jakarta Selatan

  • Kawasan Kuningan dekat TPU Menteng Pulo

Jakarta Timur

  • Flyover Kampung Melayu

  • Klender

  • Duren Sawit

Jakarta Pusat

  • Underpass Senen

  • Jalan Letjen Suprapto

  • Kawasan Kemayoran

Baca Juga: IHSG Sempat Sentuh Level 5.000-an, Mengingatkan Era COVID-19

Jakarta Utara

  • Jalan RE Martadinata dari Ancol hingga Tanjung Priok

  • Pluit Selatan

  • Cilincing

Polisi menyebut lokasi seperti flyover, jalur bypass, jalan dekat akses tol, hingga area yang minim CCTV menjadi tempat favorit pelaku karena memudahkan mereka melarikan diri setelah beraksi.

Tidak hanya Jakarta, wilayah penyangga seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang juga menjadi daerah yang cukup sering terjadi tindak kriminal jalanan. Tingginya mobilitas warga serta kondisi jalan yang sepi saat dini hari sering dimanfaatkan pelaku.

Beberapa kawasan yang disebut rawan antara lain:

  • Jalan Raya Bogor dari Kramat Jati hingga Ciracas

  • Kawasan Banjir Kanal Timur atau BKT

Kawasan tersebut dikenal memiliki jalur panjang dengan penerangan minim sehingga cukup berbahaya bagi pengendara yang melintas sendirian pada malam hari.

Modus Begal yang Sering Digunakan Pelaku

Pelaku kejahatan jalanan kini menggunakan berbagai cara untuk mengelabui korban. Modus yang dipakai juga semakin nekat dan memanfaatkan kelengahan pengendara.

Baca Juga: Ramalan Shio Asmara 22 Mei 2026: Hubungan Harmonis atau Penuh Drama?

Berikut beberapa modus yang sering terjadi:

Modus Tanya Alamat

Pelaku berpura-pura meminta petunjuk arah atau alamat. Saat korban lengah dan berhenti, pelaku langsung mengancam menggunakan senjata tajam untuk merampas barang berharga maupun kendaraan.

Modus Pepet dan Tendang

Pelaku biasanya berboncengan menggunakan motor lalu mengikuti korban dari belakang. Setelah mendekat, korban dipepet hingga ditendang agar terjatuh sebelum barang-barangnya dirampas.

Selain itu, pengendara yang berhenti di tempat gelap untuk membalas pesan atau bermain ponsel juga kerap menjadi sasaran empuk pelaku begal.

Tips Menghindari Begal Saat Berkendara

Agar perjalanan lebih aman, masyarakat disarankan meningkatkan kewaspadaan terutama saat malam hari. Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Hindari bepergian sendirian pada jam rawan di atas pukul 23.00 WIB

  • Pilih jalan utama yang ramai dan memiliki penerangan cukup

  • Jangan bermain ponsel di pinggir jalan sepi

  • Simpan barang berharga di tempat aman dan tidak mudah terlihat

  • Tetap waspada terhadap orang asing yang mencoba menghentikan kendaraan

  • Simpan nomor darurat kepolisian dan keluarga di ponsel

Jika memungkinkan, berkendaralah bersama teman atau rombongan saat harus bepergian larut malam.

Kewaspadaan dan kehati-hatian saat berkendara menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kejahatan jalanan. Dengan mengenali titik rawan begal dan memahami modus pelaku, masyarakat diharapkan bisa lebih aman selama beraktivitas di jalan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.