Waspada, Ini Titik Rawan Begal di Jakarta yang Sering Jadi Sasaran Pelaku

AKURAT.CO Kejahatan jalanan seperti begal masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Jakarta dan wilayah penyangga di sekitarnya. Sepanjang tahun 2026, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangani ratusan kasus kejahatan jalanan yang meliputi pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, hingga pencurian kendaraan bermotor.
Data kepolisian menunjukkan ada 171 kasus yang telah ditangani selama tahun ini. Dari jumlah tersebut, aparat berhasil menangkap 103 tersangka beserta sejumlah barang bukti seperti kendaraan bermotor, telepon genggam, senjata tajam, hingga senjata api.
Baca Juga: OJK Perketat Pengawasan Escrow Account DHE SDA Mulai Juni 2026
Tingginya angka kriminalitas jalanan membuat masyarakat diminta lebih waspada, terutama saat melintas di kawasan minim penerangan, jalur sepi, maupun akses jalan yang memudahkan pelaku melarikan diri.
Daftar Titik Rawan Begal di Jakarta
Berdasarkan pemetaan kasus yang ditangani Polda Metro Jaya selama April hingga Mei 2026, beberapa wilayah di Jakarta masuk kategori rawan begal. Jakarta Barat disebut menjadi salah satu kawasan dengan tingkat kerawanan cukup tinggi.
Selain itu, sejumlah titik di Jakarta Timur dan Jakarta Utara juga kerap menjadi lokasi aksi kejahatan jalanan, terutama pada malam hingga dini hari.
Berikut beberapa titik rawan begal di Jakarta yang perlu diwaspadai:
Jakarta Barat
Jalan Arjuna Selatan kawasan Palmerah dan Kebon Jeruk
Kawasan Taman Sari
Area sekitar Stasiun Grogol Petamburan
Duri Kepa
Pintu keluar Tol Rawa Buaya, Cengkareng
Jakarta Selatan
Kawasan Kuningan dekat TPU Menteng Pulo
Jakarta Timur
Flyover Kampung Melayu
Klender
Duren Sawit
Jakarta Pusat
Underpass Senen
Jalan Letjen Suprapto
Kawasan Kemayoran
Baca Juga: IHSG Sempat Sentuh Level 5.000-an, Mengingatkan Era COVID-19
Jakarta Utara
Jalan RE Martadinata dari Ancol hingga Tanjung Priok
Pluit Selatan
Cilincing
Polisi menyebut lokasi seperti flyover, jalur bypass, jalan dekat akses tol, hingga area yang minim CCTV menjadi tempat favorit pelaku karena memudahkan mereka melarikan diri setelah beraksi.
Tidak hanya Jakarta, wilayah penyangga seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang juga menjadi daerah yang cukup sering terjadi tindak kriminal jalanan. Tingginya mobilitas warga serta kondisi jalan yang sepi saat dini hari sering dimanfaatkan pelaku.
Beberapa kawasan yang disebut rawan antara lain:
Jalan Raya Bogor dari Kramat Jati hingga Ciracas
Kawasan Banjir Kanal Timur atau BKT
Kawasan tersebut dikenal memiliki jalur panjang dengan penerangan minim sehingga cukup berbahaya bagi pengendara yang melintas sendirian pada malam hari.
Modus Begal yang Sering Digunakan Pelaku
Pelaku kejahatan jalanan kini menggunakan berbagai cara untuk mengelabui korban. Modus yang dipakai juga semakin nekat dan memanfaatkan kelengahan pengendara.
Baca Juga: Ramalan Shio Asmara 22 Mei 2026: Hubungan Harmonis atau Penuh Drama?
Berikut beberapa modus yang sering terjadi:
Modus Tanya Alamat
Pelaku berpura-pura meminta petunjuk arah atau alamat. Saat korban lengah dan berhenti, pelaku langsung mengancam menggunakan senjata tajam untuk merampas barang berharga maupun kendaraan.
Modus Pepet dan Tendang
Pelaku biasanya berboncengan menggunakan motor lalu mengikuti korban dari belakang. Setelah mendekat, korban dipepet hingga ditendang agar terjatuh sebelum barang-barangnya dirampas.
Selain itu, pengendara yang berhenti di tempat gelap untuk membalas pesan atau bermain ponsel juga kerap menjadi sasaran empuk pelaku begal.
Tips Menghindari Begal Saat Berkendara
Agar perjalanan lebih aman, masyarakat disarankan meningkatkan kewaspadaan terutama saat malam hari. Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
Hindari bepergian sendirian pada jam rawan di atas pukul 23.00 WIB
Pilih jalan utama yang ramai dan memiliki penerangan cukup
Jangan bermain ponsel di pinggir jalan sepi
Simpan barang berharga di tempat aman dan tidak mudah terlihat
Tetap waspada terhadap orang asing yang mencoba menghentikan kendaraan
Simpan nomor darurat kepolisian dan keluarga di ponsel
Jika memungkinkan, berkendaralah bersama teman atau rombongan saat harus bepergian larut malam.
Kewaspadaan dan kehati-hatian saat berkendara menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kejahatan jalanan. Dengan mengenali titik rawan begal dan memahami modus pelaku, masyarakat diharapkan bisa lebih aman selama beraktivitas di jalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









