Pramono: Proyek Mangkrak Puluhan Tahun Mulai Tuntas, Monorel Jakarta Siap Beroperasi Agustus 2026

AKURAT.CO Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil menuntaskan sejumlah proyek strategis yang selama bertahun-tahun terbengkalai.
Salah satunya adalah proyek monorel Jakarta yang ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat meresmikan Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara di Tanjung Priok, Selasa (30/6/2026).
Pramono mengatakan, penyelesaian proyek-proyek mangkrak menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah mempercepat pembangunan sekaligus memperbaiki wajah ibu kota.
"Salah satu persoalan yang akhirnya berhasil kami selesaikan adalah kawasan bekas tiang pancang monorel di Jalan Rasuna Said. Selama 21 tahun proyek ini tidak pernah terselesaikan. Sekarang kawasan tersebut sudah tertata dan menjadi salah satu landmark Jakarta yang mendapat apresiasi masyarakat," ujar Pramono.
Menurutnya, penataan dilakukan terhadap 109 tiang pancang monorel yang membentang sepanjang 3,8 kilometer di Jalan Rasuna Said.
Selain proyek monorel, Pramono juga memastikan persoalan pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras yang sempat tertunda selama sekitar 14 tahun telah diselesaikan.
Baca Juga: Pramono Anung Resmikan Koridor Rasuna Said, 109 Tiang Monorel Mangkrak Resmi Disingkirkan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) rumah sakit tersebut dilakukan pada Agustus 2026.
"Rumah Sakit Sumber Waras yang kurang lebih 14 tahun tidak terselesaikan akhirnya bisa kami tuntaskan. Mudah-mudahan Agustus nanti dilakukan groundbreaking dan rumah sakit ini akan menjadi rumah sakit bertaraf internasional," katanya.
Pramono menjelaskan, proyek tersebut sempat tertunda melewati beberapa periode kepemimpinan gubernur.
Setelah berbagai persoalan diselesaikan, pembangunan kini siap memasuki tahap pelaksanaan.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga melaporkan perkembangan proyek monorel Jakarta kepada Jaksa Agung.
Ia menyebut jalur sepanjang 12,5 kilometer yang menghubungkan Velodrome hingga Manggarai dengan 11 stasiun ditargetkan diresmikan pada Agustus mendatang.
Ia menambahkan, pemerintah pusat juga telah memberikan persetujuan untuk melanjutkan pembangunan jalur dari Manggarai menuju Dukuh Atas.
Menurut Pramono, penyambungan lintasan tersebut akan memperkuat integrasi transportasi publik di Jakarta sehingga memudahkan perpindahan antarmoda.
"Kalau seluruh jaringan ini tersambung, lebih dari 95 persen layanan Transjakarta akan terintegrasi sehingga masyarakat bisa berpindah moda transportasi dengan lebih mudah, cepat, dan efisien," ujarnya.
Baca Juga: Kejar Target, Pramono Minta 5 Tiang Monorel Dibongkar dalam Sehari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Perintahkan Serangan Balasan, AS Kembali Gempur Iran
- 2Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 Rilis! Ini Jadwal Laga Big Match yang Wajib Tonton
- 3KPK Dikabarkan Gelar OTT di Kuansing, Sejumlah Pejabat Pemkab Diamankan
- 4Afrika Selatan vs Kanada: Gol Menit Akhir Stephen Eustaquio Bawa Tuan Rumah ke 32 Besar
- 5Israel Resmi Akui Genosida Armenia, Turki Murka Sebut Upaya Tutupi Kejahatan di Gaza
- 6Prediksi Skor Prancis vs Swedia Piala Dunia 2026 Lengkap dengan Riwayat Head to Head, Perkiraan Susunan Pemain, dan Statistik
- 7Update Terbaru Bagan 16 Besar Piala Dunia 2026: Jerman dan Belanda Gugur
- 8Jadwal 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil, Argentina hingga Portugal Siap Berburu Tiket 16 Besar
- 9Puan Desak Kasus Dokter Icha Diusut Tuntas, Minta Semua Partai Proses Kader yang Terlibat
- 10Update Terbaru Bagan 16 Besar Piala Dunia 2026: Jerman dan Belanda Gugur









