Tak Cuma ERP, Ada Jurus Bikin Warga Jakarta Beralih ke Transportasi Umum

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didorong mempercepat penerapan Electronic Road Pricing (ERP) untuk mengendalikan penggunaan kendaraan pribadi di tengah kepadatan lalu lintas Ibu Kota.
Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, mengatakan, penerapan ERP perlu dibarengi dengan kebijakan yang membuat masyarakat memiliki pilihan mobilitas yang lebih murah dan praktis. Salah satunya melalui tiket berlangganan transportasi umum.
Menurut Djoko, ERP tidak dapat berdiri sendiri sebagai instrumen pengendalian lalu lintas. Kebijakan lain seperti Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tetap diperlukan karena memiliki fungsi berbeda.
"Setelah ERP diterapkan, pengendalian kendaraan pribadi tetap diperlukan. ETLE juga tetap diperlukan karena fungsinya berbeda," kata Djoko saat dihubungi, Minggu (4/10/2026).
Djoko menjelaskan, ERP dapat diterapkan pada ruas jalan dengan tingkat kepadatan tinggi.
Besaran tarif juga dapat dibuat berbeda berdasarkan waktu untuk mengatur pola perjalanan masyarakat.
Ia mencontohkan tarif ERP sebesar Rp10.000 pada pagi hari dan Rp5.000 pada siang hari. Menurutnya, skema tarif berdasarkan waktu tersebut telah diterapkan di Singapura.
Selain ERP, Djoko mendorong penguatan kebijakan tarif parkir. Menurutnya, biaya parkir perlu dibuat lebih mahal di kawasan yang semakin dekat dengan pusat kota.
"Semakin mendekati pusat kota, lahan semakin terbatas sehingga tarif parkir harus semakin mahal," ujarnya.
Di sisi lain, pembatasan kendaraan pribadi perlu diimbangi dengan insentif agar masyarakat bersedia beralih menggunakan transportasi umum.
Djoko mengusulkan penerapan sistem tiket berlangganan yang dapat dimulai dari TransJakarta.
Dengan skema tersebut, masyarakat membayar biaya tertentu untuk periode berlangganan dan tidak perlu kembali membayar setiap kali melakukan perjalanan.
"Yang menarik adalah konsep berlangganan transportasi umum. Mungkin bisa dimulai dari TransJakarta," katanya.
Baca Juga: Tarif Transportasi Umum Jakarta Naik, Syarat Ini Diminta Dipenuhi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









