Tarif Transjakarta Diusulkan Naik Jadi Rp5.000, MTI: Masih Murah untuk Warga Jakarta

AKURAT.CO Pengamat transportasi sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai, tarif Transjakarta sudah layak mengalami penyesuaian menjadi Rp5.000 per perjalanan.
Menurutnya, kenaikan tarif masih tergolong wajar selama kualitas pelayanan kepada masyarakat ikut ditingkatkan.
Djoko mengatakan tarif Transjakarta saat ini masih relatif murah dibandingkan layanan bus rapid transit di sejumlah daerah lain.
Bahkan, beberapa kota disebut telah menerapkan tarif di atas Rp4.000 hingga Rp5.000.
“Tarif Transjakarta sebenarnya Rp5.000 juga masih masuk akal. Di daerah lain, layanan serupa bahkan sudah lebih mahal,” ujar Djoko, Sabtu (16/5/2026).
Ia menyarankan agar kenaikan tarif dilakukan secara bertahap supaya tidak menimbulkan penolakan dari masyarakat.
Salah satu skema yang diusulkan yakni penyesuaian sebesar Rp500 setiap tiga bulan hingga mencapai Rp5.000 dalam waktu sekitar satu tahun.
Baca Juga: Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih: Tonggak Baru Ekonomi Desa Indonesia
Menurut Djoko, masyarakat cenderung bisa menerima kenaikan tarif transportasi umum selama pelayanan tetap nyaman, aman, dan tepat waktu.
“Yang penting kualitas layanan tetap bagus. Kalau pelayanannya baik, masyarakat biasanya bisa memahami,” katanya.
Djoko juga menyoroti rencana tarif layanan TransJabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta. Ia menilai tarif ideal untuk rute tersebut berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp6.000.
Meski waktu perjalanan dinilai lebih panjang karena harus berhenti di banyak titik, tarif tersebut dianggap masih jauh lebih terjangkau dibanding moda transportasi lain menuju bandara.
“Kalau tarifnya Rp6.000 masih sangat murah. Naik bus bandara lain sekarang bisa sampai puluhan ribu rupiah,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








