Genjot Kewirausahaan, Mendag Dorong Pelaku Waralaba Ikuti Business Matching

AKURAT.CO Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak para pelaku usaha waralaba di Tanah Air untuk aktif mengikuti program penjajakan bisnis (business matching) yang digelar Kementerian Perdagangan. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis dalam meningkatkan rasio kewirausahaan nasional yang saat ini masih tergolong rendah.
Budi menyampaikan bahwa keterlibatan pelaku waralaba dalam business matching menjadi penting guna memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat peran UMKM di sektor jasa.
"Kami sampaikan kepada Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) agar bisa ikut program business matching pada Mei nanti," ujarnya dalam keterangan, Jumat (25/4/2025).
Baca Juga: Dorong Hilirisasi, Mendag Tawarkan Peluang Investasi Ekspor di Indonesia
Budi menilai bahwa bisnis waralaba memiliki karakteristik yang memudahkan pelaku UMKM untuk memulai usaha tanpa harus merancang model bisnis dari awal.
"Tidak perlu setup dari nol. Ini sangat membantu UMKM dalam mengembangkan usahanya," katanya.
Menurut data Kementerian Perdagangan, saat ini rasio kewirausahaan nasional Indonesia baru mencapai sekitar 3,4%. Angka tersebut masih jauh dari ambang batas minimal 10 hingga 12% yang dibutuhkan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju.
"Rasio kita masih 3,4 persen. Padahal untuk masuk kategori negara maju, kewirausahaan minimal harus 10 persen. Waralaba bisa jadi jalan untuk mengangkat angka ini, karena UMKM kita masih banyak yang hanya bertahan hidup, belum berkembang secara manajerial," jelas Budi.
Ia menambahkan, model bisnis waralaba menawarkan sistem manajemen yang lebih mapan dan siap dikembangkan, baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor. Dengan demikian, pelaku usaha waralaba memiliki peluang besar untuk masuk ke jaringan pasar global melalui fasilitasi business matching.
Baca Juga: Dorong Hilirisasi, Mendag Tawarkan Peluang Investasi Ekspor di Indonesia
Selama ini, program business matching yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan lebih banyak diikuti oleh UMKM di sektor barang. Sementara itu, pelaku usaha di sektor jasa seperti waralaba belum banyak yang terlibat.
"Oleh karena itu, kami dorong agar waralaba juga ikut business matching. Kita bisa mulai dulu dengan pasar ASEAN," ungkapnya, seraya menekankan pentingnya perluasan pasar regional sebagai pijakan awal.
Sebagai bagian dari komitmen penguatan kewirausahaan nasional, Kementerian Perdagangan terus mendukung kemitraan usaha berbasis waralaba. Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap tercipta model kemitraan yang sehat dan produktif antara pemilik waralaba dan mitra lokal.
Direktur Bina Usaha Perdagangan, Septo Soepriyatno, turut menyampaikan bahwa bisnis waralaba memiliki potensi besar untuk menopang perekonomian nasional.
"Potensinya luar biasa. Kalau dikembangkan dengan baik, waralaba bisa memperkuat struktur ekonomi nasional dari sisi UMKM dan penyerapan tenaga kerja," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







