71 Ribu Koperasi Desa Terbentuk, Pemerintah Genjot Ekonomi dari Akar Rumput

AKURAT.CO Program besar pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel) menunjukkan hasil signifikan.
Hingga 30 Mei 2025, sebanyak 71.262 koperasi telah terbentuk dari target 80.000 unit. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang ingin menguatkan ekonomi nasional dari tingkat desa.
Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, menyebut koperasi ini akan menjadi garda terdepan penggerak ekonomi lokal.
“Koperasi harus menjadi agregator dan akselerator ekonomi desa yang berbasis kekeluargaan dan kemandirian,” ujar Budi dalam keterangannya, Sabtu (31/5/2025).
Baca Juga: Gotong Royong Desa Jadi Kunci Terbentuknya 71 Ribu Kopdes Merah Putih
Oleh karena itu, lanjut Budi, dalam rangka memastikan koperasi berdiri secara sehat dan berkelanjutan, pemerintah mendorong proses pembentukan yang tidak instan.
"Setiap koperasi dirancang berdasarkan potensi bisnis desa, baik di sektor pertanian, perdagangan, maupun ekonomi kreatif," paparnya.
Sebelum resmi didirikan, warga desa mengikuti musyawarah khusus (musdesus) yang melibatkan ratusan orang dari unsur masyarakat. Forum ini menjadi titik penting dalam menetapkan pengurus inti dan menyusun rencana usaha koperasi secara demokratis.
Pemerintah juga telah menyusun panduan teknis yang mengarahkan proses secara terstruktur. Mulai dari pendampingan desa, pemetaan potensi usaha, penyusunan anggaran dasar, hingga pencatatan melalui Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK) dan pengesahan oleh Kemenkumham.
Baca Juga: Wamendagri: Kopdes Merah Putih Jadi Fondasi Ekonomi Desa, Pemda Harus Aktif Dampingi
Langkah ini menandai pendekatan pembangunan ekonomi berbasis komunitas, yang mengedepankan kemandirian serta pemerataan kesejahteraan. Menkop Budi Arie optimistis bahwa target 80.000 unit dapat tercapai sepenuhnya dalam waktu dekat.
“Kami mempersiapkan semuanya dengan prudent dan berbasis potensi desa. Ke depan, koperasi ini harus menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









