Tegaskan Tanggung Jawab Keberlanjutan, Grup MIND ID Perkuat Penanganan Dampak Karhutla

AKURAT.CO Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, mengambil langkah cepat dan terkoordinasi dalam merespons risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah titik di Indonesia.
Dengan dampak karhutla terhadap kualitas hidup masyarakat dan stabilitas ekosistem lingkungan hutan, Grup MIND ID menghadirkan semangat gotong royong dengan mengonsolidasikan 60 orang Tim Emergency Response Group (ERG) bersertifikat dari berbagai wilayah operasional di Sumatra, Jawa, Sulawesi, hingga Papua menuju titik terdampak di Mempawah, Kalimantan Barat.
MIND ID juga memobilisasi perlengkapan pendukung, di antaranya foam pemadam kebakaran, alat pelindung diri (APD) pemadam kebakaran, turnout gear, selang kebakaran, serta masker medis dan masker N95 bagi personel maupun masyarakat yang terdampak kabut asap.
Bagi MIND ID, penanganan karhutla ditujukan memastikan masyarakat dan lingkungan tetap terlindungi. Sehingga potensi terganggunya kesehatan, dan kerentanan sosial-ekonomi dapat dikurangi, serta lingkungan yang meliputi flora fauna di kawasan terdampak dapat segera pulih.
Tim Emergency Response Group (ERG) ANTAM dan PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) terus bergerak sejak awal hingga kini, melakukan penyisiran, penyemprotan, dan pengendalian titik api di sekitar Mempawah, Kalimantan Barat.
Upaya tersebut dilakukan bersama BNPB, aparat kepolisian dan TNI, serta tim pemadam setempat guna memastikan penanganan di lapangan tepat sasaran dan terintegrasi.
Baca Juga: MediaMIND 2026 Jadi Ruang Edukasi soal Kontribusi Industri Pertambangan
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menegaskan bahwa inisiatif kemanusiaan ini lahir dari komitmen untuk selalu hadir bersama masyarakat di masa-masa krisis. MIND ID memastikan program bantuan berjalan secara holistik, tidak berhenti di fase penanggulangan bencana tetapi hingga proses pemulihan ke depannya.
“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan terhadap aktivitas yang dihadapi masyarakat,” ujarnya saat meninjau daerah terdampak di Mempawah, Jumat (4/9/2026).
Division Head of Institutional Relations MIND ID, Selly Adriatika, menyampaikan solidaritas para relawan yang datang dari Sumatra hingga Papua mencerminkan semangat gotong royong dan empati keluarga besar Grup MIND ID dalam mendampingi masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.
"Apa yang kami lakukan bukan cuma untuk hari ini atau penanganan sementara, tapi juga memastikan beban yang dirasakan masyarakat menjadi ringan, dan nantinya hutan dapat kembali pulih mampu menopang kehidupan," katanya.
Upaya ini merupakan cerminan kontribusi nyata MIND ID dalam mendukung ketahanan lingkungan dan sosial masyatakat, sehingga ke depannya Indonesia dapat bangkit lebih kuat dalam membangun dan menjaga lingkungan alam sekitar. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









