Butuh Sinergi Banyak Pihak Wujudkan Kesetaraan Gender di Sektor-sektor Identik Maskulinitas

AKURAT.CO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Bintang Puspayoga mengatakan dibutuhkan sinergi banyak pihak untuk mewujudkan prinsip kesetaraan dan upaya pengarusutamaan gender terutama di sektor-sektor yang masih identik dengan maskulinitas.
"Menjadi tugas kita semua untuk memastikan semua sektor dan seluruh bidang pekerjaan menjadi ramah perempuan. Dengan begitu, marilah kita saling bersinergi untuk mendorong tercapainya upaya pengarusutamaan gender di sektor pertambangan. Marilah kita gaungkan tanpa lelah semangat kesetaraan gender demi kemajuan bangsa," ujar Menteri Bintang melalui siaran persnya di Jakarta, Rabu (20/4/2022).
Menurutnya, kesetaraan gender merupakan bagian dari hak asasi manusia yang sudah sepatutnya diprioritaskan dalam setiap sektor pembangunan. Mengingat, jumlah perempuan di Indonesia hampir mengisi dari setengah populasi bangsa.
Berdasarkan data dari BPS pada Agustus 2021 menunjukkan bahwa jumlah pekerja menurut lapangan pekerjaan utama sektor pertambangan dan penggalian bagi perempuan masih tertinggal jauh dari laki-laki dimana jumlah pekerja perempuan hanya sekitar 578.000 sementara laki-laki 996.000.
Tidak hanya tertinggal dari segi jumlah, pada kenyataannya diskriminasi kesetaraan gender dari segi upah pada sektor pertambangan dan penggalian juga masih ditemui.
"Tercatat juga bahwa rata-rata upah pekerja perempuan di sektor ini hanya sekitar Rp3 juta, sementara untuk laki-laki sekitar Rp3,7 juta," bebernya.
Lebih lanjut Bintang mengatakan, pengarusutamaan gender di tempat kerja bukan sekadar untuk kepentingan perempuan saja, tetapi juga menunjukkan terdapat korelasi terhadap kemajuan perusahaan.
Bintang Puspayoga menjelaskan upaya pengarusutamaan gender juga memberikan keuntungan bagi perusahaan berupa peningkatan produktivitas, kinerja pegawai dan peningkatan profit.
"Kesetaraan gender yang kita cita-citakan bersama hingga kini belum tercapai. Perempuan masih tertinggal secara aksesibilitas, persamaan peran dalam pembangunan hingga belum menerima manfaat pembangunan yang sama dengan laki-laki. Padahal, sudah sepantasnya pembangunan di segala sektor mengedepankan prinsip kesetaraan dan upaya-upaya pengarusutamaan gender, termasuk dalam sektor pertambangan," ujar Menteri PPPA.
Menteri Bintang mengatakan perempuan memiliki kebutuhan-kebutuhan khusus, baik secara fisiologis, seperti datang bulan, hamil, dan menyusui sehingga diperlukan strategi khusus dan spesifik demi memenuhi kebutuhan tersebut.
Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memenuhi hak atas kebutuhan-kebutuhan khusus perempuan tersebut.
Kebutuhan-kebutuhan khusus perempuan tersebut seringkali menjadi hambatan apabila dirinya ingin memilih profesi tertentu, terutama di bidang STEM (science, technology, engineering and mathematics) yang masih dianggap sebagai 'pekerjaan laki-laki' seperti industri pertambangan. Padahal, kita tidak boleh memberikan label gender pada pekerjaan apapun," katanya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





