Akurat Logo

Kios Makanan di Rumah Masa Kecil Soekarno Terbakar, Kompor yang Lupa Dimatikan Jadi Penyebabnya

Idham Nur Indrajaya | 19 Agustus 2026, 17:18 WIB
Kios Makanan di Rumah Masa Kecil Soekarno Terbakar, Kompor yang Lupa Dimatikan Jadi Penyebabnya
Kebakaran kios Istana Gebang Blitar diduga dipicu kompor yang masih menyala. Tak ada korban, kerugian ditaksir Rp15 juta. - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Kios makanan di area parkir Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno di Jalan Sultan Agung, Kota Blitar, terbakar pada Rabu, 19 Agustus 2026 pagi. Kebakaran kios Istana Gebang tersebut menghanguskan perabotan dan barang dagangan milik Wasiati. Tidak ada korban jiwa maupun luka, sementara kerugian material ditaksir mencapai Rp15 juta.

Peristiwa ini sempat membuat wisatawan, pedagang, dan warga di sekitar kawasan Istana Gebang panik. Api yang muncul dari dalam kios dikhawatirkan merambat ke kios lain yang berada dalam posisi berdekatan.

Ringkasan

Kebakaran kios Istana Gebang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di sebuah kios makanan yang berada di area parkir kompleks Istana Gebang, Jalan Sultan Agung, Kota Blitar.

Kios tersebut diketahui milik pedagang bernama Wasiati. Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian Wasiati sedang tidak berada di lapaknya karena meninggalkan kios sekitar pukul 09.30 WIB untuk menghadiri undangan Sosialisasi Pemberantasan Rokok Ilegal di Kantor Satpol PP Kota Blitar.

Sebelum meninggalkan kios, Wasiati diketahui tengah memasak mi instan. Kompor yang digunakan untuk memasak diduga masih dalam keadaan menyala ketika kios ditinggalkan.

Api kemudian diduga menyambar material yang mudah terbakar di sekitar sumber panas. Kobaran api dengan cepat membesar hingga melalap bagian dalam kios.

Fakta Singkat Kebakaran Istana Gebang

  • Lokasi: area parkir Istana Gebang, Jalan Sultan Agung, Kota Blitar.

  • Waktu kejadian: sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (19/8/2026).

  • Pemilik kios: Wasiati.

  • Dugaan penyebab: kompor masih menyala ketika kios ditinggalkan.

  • Laporan kebakaran: pukul 10.08 WIB melalui Call Center 112.

  • Armada pemadam: dua unit.

  • Petugas tiba: sekitar pukul 10.13 WIB.

  • Api berhasil dipadamkan: pukul 10.28 WIB.

  • Korban: tidak ada korban jiwa maupun luka.

  • Kerugian: ditaksir sekitar Rp15 juta.

Baca Juga: Dua Tentara AS Tewas, Helikopter Apache Fort Hood Jatuh di Texas hingga Picu Kebakaran

Baca Juga: Isu Pratikno Mundur Mencuat, Ternyata Sedang Sibuk Tangani Kebakaran Bromo

Bagaimana Kronologi Kebakaran Kios di Istana Gebang?

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, rangkaian kebakaran bermula ketika Wasiati meninggalkan kios sekitar pukul 09.30 WIB.

Sebelum pergi, pemilik kios sedang memasak mi instan. Namun, kompor diduga tidak dimatikan dan masih menyala ketika lapak ditinggalkan.

Sekitar pukul 10.00 WIB, api mulai membakar bagian dalam kios. Kondisi kios yang terkunci membuat kobaran api berada di dalam ruangan hingga akhirnya diketahui oleh orang di sekitar lokasi.

Saksi mata bernama Agus menyebut kebakaran pertama kali diketahui setelah seorang pembeli mendengar suara letupan dari dalam kios. Warga kemudian membuka paksa pintu kios dan mendapati api sudah membesar.

Warga serta pedagang sekitar langsung berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR dan selang air seadanya. Upaya tersebut membantu mencegah api merambat ke kios lain yang berada di sekitar lokasi.

Pada pukul 10.08 WIB, laporan mengenai kebakaran diterima melalui Call Center 112 Kota Blitar. Setelah melakukan verifikasi, petugas Pemadam Kebakaran Kota Blitar mengerahkan dua unit armada menuju lokasi.

Petugas tiba sekitar pukul 10.13 WIB. Proses pemadaman kemudian dilakukan dengan melokalisasi titik api dan melakukan pendinginan secara menyeluruh.

Sekitar pukul 10.28 WIB, api berhasil dipadamkan. Petugas selanjutnya memastikan area terdampak aman dan tidak terdapat potensi munculnya api susulan.

Apa Penyebab Kebakaran Kios di Istana Gebang?

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Blitar Bayu Wijayanto menjelaskan bahwa penyebab sementara kebakaran diduga kuat berkaitan dengan kelalaian saat memasak.

Menurut Bayu, kompor yang digunakan untuk memasak mi instan masih menyala ketika kios ditinggalkan. Api dari kompor kemudian diduga menyambar bahan-bahan yang mudah terbakar di sekitarnya.

Penyebab tersebut masih harus dipahami sebagai dugaan berdasarkan keterangan petugas, bukan kesimpulan yang boleh diperluas menjadi fakta lain di luar informasi yang tersedia.

Kasus ini menunjukkan salah satu risiko yang cukup serius pada kios kuliner, yakni keberadaan sumber panas dan bahan mudah terbakar dalam ruang yang relatif terbatas.

Mengapa Api di Dalam Kios Bisa Cepat Membesar?

Kebakaran pada kios makanan memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan kebakaran di ruang terbuka. Aktivitas memasak membuat sumber panas berada sangat dekat dengan berbagai perlengkapan dan material yang digunakan untuk berdagang.

Dalam kasus di Istana Gebang, api bermula ketika kios sedang tidak diawasi. Kondisi tersebut membuat tidak ada orang yang segera mengetahui perubahan dari aktivitas memasak menjadi kebakaran.

Kios yang tertutup juga dapat membuat api tidak langsung terlihat dari luar. Ketika asap atau suara letupan mulai diketahui orang sekitar, kobaran api di dalam ruangan sudah membesar.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah posisi kios yang berdempetan. Api yang terlambat ditangani berpotensi menjalar ke bangunan atau lapak di sebelahnya.

Karena itu, tindakan warga yang segera membuka akses kios dan melakukan pemadaman awal menjadi bagian penting dalam mencegah api berkembang lebih luas.

Warga Ikut Mencegah Api Merambat ke Kios Lain

Respons awal warga menjadi salah satu bagian penting dalam kejadian kebakaran ini.

Setelah mengetahui adanya api, warga dan pedagang sekitar berusaha memadamkan kobaran menggunakan APAR serta selang air yang tersedia. Langkah tersebut dilakukan sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Tindakan awal semacam ini bukan berarti menggantikan peran petugas pemadam. Namun, pada kondisi tertentu, respons beberapa menit pertama dapat membantu memperlambat perkembangan api, terutama jika sumber kebakaran masih dapat dijangkau dengan aman.

Dalam kejadian di Istana Gebang, api akhirnya berhasil dilokalisasi sehingga tidak merambat ke deretan kios di sekitarnya.

Pemadam Kebakaran Tiba Lima Menit Setelah Laporan

Salah satu bagian menarik dari kronologi kebakaran ini adalah rentang waktu antara laporan dan kedatangan petugas.

Laporan diterima Call Center 112 pada pukul 10.08 WIB. Petugas kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 10.13 WIB, atau sekitar lima menit setelah laporan diterima.

Setelah tiba, petugas langsung melakukan lokalisasi dan pendinginan. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.28 WIB.

Jika dilihat dari rangkaian waktunya, penanganan tidak berhenti pada proses memadamkan kobaran utama. Petugas juga harus memastikan titik yang terbakar tidak kembali memunculkan api yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.

Kerugian Kebakaran Kios Ditaksir Rp15 Juta

Kebakaran tersebut menyebabkan barang dagangan dan perabotan milik Wasiati hangus terbakar.

Total kerugian material akibat peristiwa ini ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta. Meski seluruh barang di dalam kios tidak dapat diselamatkan, kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Tidak adanya korban menjadi salah satu hal penting dalam insiden ini, mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan wisata yang dapat didatangi pengunjung.

Kepanikan wisatawan dan pedagang sempat terjadi ketika kobaran api terlihat dari kawasan Istana Gebang. Namun, api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke area lain.

Kebakaran Terjadi di Kawasan Rumah Masa Kecil Bung Karno

Lokasi kejadian membuat kebakaran ini memiliki perhatian tersendiri. Kios makanan yang terbakar berada di area parkir Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno di Jalan Sultan Agung, Kota Blitar.

Dengan demikian, objek yang terbakar dalam peristiwa ini adalah kios makanan, bukan bangunan utama rumah masa kecil Bung Karno.

Konteks tersebut penting agar informasi mengenai kebakaran tidak menimbulkan kesalahpahaman. Penyebutan "kebakaran Istana Gebang" merujuk pada lokasi kejadian di kawasan Istana Gebang, sementara berdasarkan informasi yang tersedia, bagian yang terbakar adalah kios makanan di area parkir.

Apa Pelajaran dari Kebakaran Kios di Area Wisata?

Kejadian di Istana Gebang memperlihatkan bahwa aktivitas memasak sederhana dapat berubah menjadi risiko serius apabila sumber panas ditinggalkan tanpa pengawasan.

Ada beberapa hal yang dapat menjadi perhatian bagi pedagang makanan maupun pengelola area kuliner.

Pertama, kompor sebaiknya tidak dibiarkan menyala ketika tidak ada orang yang mengawasi. Kedua, bahan yang mudah terbakar perlu ditempatkan sejauh mungkin dari sumber panas.

Ketiga, keberadaan APAR menjadi penting, terutama di kawasan yang memiliki banyak kios makanan. Peralatan pemadam juga harus berada di lokasi yang mudah dijangkau dan diketahui pengguna kios.

Keempat, pedagang perlu memahami kapan harus melakukan pemadaman awal dan kapan harus segera menjauh dari lokasi serta menghubungi layanan darurat. Ketika api sudah membesar, keselamatan orang di sekitar harus menjadi prioritas.

Dalam konteks kebakaran di Istana Gebang, respons cepat warga dan petugas menjadi faktor penting agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Penutup

Kebakaran kios Istana Gebang menjadi pengingat bahwa sumber api dari aktivitas memasak tidak boleh ditinggalkan tanpa pengawasan, terlebih di area dengan kios yang saling berdekatan.

Dalam peristiwa ini, kerugian material mencapai sekitar Rp15 juta, tetapi tidak ada korban jiwa maupun luka. Respons warga dan petugas yang dilakukan dalam waktu relatif singkat juga membantu mencegah api merambat ke kios lain di kawasan rumah masa kecil Bung Karno tersebut.

Bagi pedagang kuliner, insiden ini menunjukkan bahwa APAR, pengawasan kompor, serta respons cepat terhadap tanda-tanda kebakaran bukan sekadar perlengkapan tambahan. Ketiganya dapat menjadi pembeda antara kebakaran yang berhasil dilokalisasi dan kebakaran yang berkembang lebih luas.

Baca Juga: Buntut Kebakaran di TPS Liar Kramat Jati, Pemprov Jakarta Telusuri Rantai Pembuangan Sampah Ilegal

Baca Juga: Pabrik Amunisi di Dekat Roma Italia Meledak, Petugas Berjibaku Padamkan Kebakaran

FAQ

Apa yang terbakar di Istana Gebang Blitar?

Objek yang terbakar adalah kios makanan di area parkir Istana Gebang, Jalan Sultan Agung, Kota Blitar. Kios tersebut merupakan milik pedagang bernama Wasiati. Berdasarkan informasi yang tersedia, kebakaran tidak mengenai bangunan utama Istana Gebang yang dikenal sebagai rumah masa kecil Bung Karno.

Kapan kebakaran kios Istana Gebang terjadi?

Kebakaran kios Istana Gebang terjadi pada Rabu, 19 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Laporan kebakaran kemudian diterima melalui Call Center 112 Kota Blitar pada pukul 10.08 WIB.

Apa penyebab kebakaran kios di Istana Gebang?

Penyebab sementara kebakaran diduga berasal dari kompor yang masih menyala ketika kios ditinggalkan pemiliknya. Kompor tersebut sebelumnya digunakan untuk memasak mi instan. Api kemudian diduga menyambar bahan mudah terbakar di sekitar sumber panas.

Siapa pemilik kios yang terbakar?

Kios makanan yang terbakar merupakan milik pedagang bernama Wasiati. Sebelum kebakaran terjadi, Wasiati diketahui meninggalkan kios sekitar pukul 09.30 WIB untuk menghadiri undangan Sosialisasi Pemberantasan Rokok Ilegal di Kantor Satpol PP Kota Blitar.

Berapa kerugian akibat kebakaran kios Istana Gebang?

Kerugian material akibat kebakaran kios di kawasan Istana Gebang ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta. Perabotan dan barang dagangan milik Wasiati hangus terbakar dalam kejadian tersebut.

Apakah ada korban dalam kebakaran Istana Gebang?

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kebakaran kios makanan di kawasan Istana Gebang. Meski demikian, kejadian sempat membuat wisatawan, pedagang, dan warga sekitar panik karena lokasi kios berada di area yang berdekatan dengan lapak lainnya.

Bagaimana api di kios Istana Gebang berhasil dipadamkan?

Warga dan pedagang sekitar melakukan pemadaman awal menggunakan APAR dan selang air seadanya. Setelah laporan diterima Call Center 112 pada pukul 10.08 WIB, dua armada Pemadam Kebakaran Kota Blitar dikerahkan. Petugas tiba sekitar pukul 10.13 WIB dan berhasil memadamkan api pada pukul 10.28 WIB.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.