Mayoritas Pemilih Puan Percaya Polisi Setelah Ada Kasus Ferdy Sambo, Pemilih Anies Sebaliknya

AKURAT.CO, LSI Denny JA merilis hasil survei bertajuk "Kasus Sambo dan Pemilih Pilpres". Hasil survei memotret, pemilih Puan Maharani sebagai presiden lebih banyak yang percaya terhadap polisi setelah muncul kasus Ferdy Sambo.
"Masyarakat yang memilih Puan, 69.5% menyatakan percaya terhadap polisi. Sebanyak 30.5% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi," kata Direktur CPA – LSI Denny JA, Ade Mulyana kepada media, Selasa (18/10/2022).
Sama seperti pemilih Puan, Ade menyampaikan pemilih Airlangga Hartarto (AH) dan pemilih Prabowo Subianto juga lebih banyak yang percaya terhadap polisi. Masyarakat yang memilih AH 60% menyatakan percaya terhadap polisi, dan hanya 40% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.
"Sementara masyarakat yang memilih Prabowo 59.1% menyatakan percaya terhadap polisi. Sebanyak 40% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi, dan 0,9% tidak tahu/tidak menjawab" kata dia.
Bagaimana dengan pemilih Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo?
Pemilih Anies yang percaya dan tak percaya polisi hampir sama banyaknya. Masyarakat yang memilih Anies, 49.7% menyatakan percaya pada polisi, kemudian 47.4% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.
"Pemilih Ganjar lebih banyak yang percaya. Masyarakat yang memilih Ganjar, 66.8% menyatakan percaya terhadap polisi. Sebanyak 32.7% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi," kata Ade Mulyana.
Di kesempatan yang sama, Ade menjelaskan kasus mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo menurunkan kepercayaan masyarakat kepada Polri. Hasil survei memotret kasus Ferdy Sambo membuat kepercayaan pada polisi kini di angka 59.1%.
Hasil survei juga memotret jumlah populasi Indonesia yang mengetahui kasus Ferdy Sambo mencapai 87.5%.
"Kepercayaan pada polisi menurun 13%, dari 72.1% sebelum kasus Ferdy Sambo muncul ke 59.1%. Ketika kepercayaan pada polisi menurun, itu artinya semakin banyak segmen masyarakat yang tak percaya pada polisi sebagai sebuah lembaga," demikian kata Ade Mulyana.
Pengumpulan data survei dilakukan pada 11-20 September 2022 dengan teknik wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Survei menggunakan 1200 responden di 34 Provinsi di Indonesia, penarikan sample dengan metode multistage random sampling, dan margin of error survei +/- 2.9%.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal




