Bawaslu Wanti-wanti Jajaran, Jangan Lengah Mitigasi Kerawanan Pemilu

AKURAT.CO Bawaslu RI mewanti-wanti jajaran untuk telaten memitigasi potensi kerawanan pada Pemilu 2024. Konsenterasi jajaran harus terfokus apalagi tahapan memasuki masa kampanye sudah semakin dekat, dan anggota diharapkan tidak lengah.
Komisioner Bawaslu RI, Lolly Suhenty menyebut, jajaran harus mampu mencegah potensi pelanggaran selama tahapan. Sebelum masa kampanye termasuk yang paling rawan.
"Jadi pengawas pemilu itu harus rajin memitigasi kerawanan. Tujuannya memastikan identifikasi kerawanan secara berkala, menjadi penting dilakukan," kata Lolly dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (17/10/3023).
Baca Juga: Cegah Pelanggaran Pemilu, Bawaslu Gandeng Meta
Bawaslu masih menempatkan NTT sebagai provinsi dengan tingkat kerawanan tinggi. NTT juga memiliki kabupaten/kota, dengan tingkat kerawanan tinggi.
Kedua kabupaten yang dimaksud masuk dalam kategori sedang-rawan, lantaran tingginya potensi politisasi SARA.
Baca Juga: Minta Komisioner KPU Diberhentikan, Bawaslu Tunggu Putusan DKPP
"Itulah alasan Bawaslu RI mengadakan Rakernas di NTT. Agar kita semua dapat belajar memitigasi kerawanan dari NTT. Dengan membaca dan memitigasi kerawanan pemilu, mudah-mudahan dari NTT ini, akan mampu menekan segala kerawanan di Pemilu 2024," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







