Isu Maritim Potensial Kerek Elektoral Capres-Cawapres

AKURAT.CO - Hasil survei lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) menempatkan isu maritim sebagai pendulang elektoral bagi pasangan capres dan cawapres kontestan Pilpres 2024.
Direktur ASI Ali Rif'an mengatakan isu sektor maritim sangat populer untuk digarap capres-cawapres sebab masyarakat percaya bahwa sektor maritim dapat menyumbangkan hasil optimal bagi kemajuan Indonesia.
"77,3 persen responden menjawab penting sektor kemaritiman, jadi publik punya pendapat bahwa sektor ini harus dijadikan salah satu visi atau program capres-cawapres 2024," kata Ali Rif'an saat memaparkan rilis hasil survei di Sofyan Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2023).
Baca Juga: Hasil Survei Konsultan Bayaran PPP Elektabilitas Ganjar-Mahfud Baik-baik Saja
Selain itu, ASI memotret mayoritas publik menginginkan isu maritim sebagai penunjang utama Indonesia Emas 2045 dijadikan tema debat Pilpres.
"87,3 persen responden mengaku (isu maritim) perlu ada dalam isu debat capres-cawapres," ujarnya.
Atas temuan ini, Ali Rif'an yang merupakan kandidat doktor ilmu politik Universitas Indonesia meyakini penguatan isu maritim oleh capres-cawapres bakal berdampak kepada elektoral capres-cawapres pada Pilpres 2024.
"Isu ini seksi dari dua hal. Dari aspek kuantitas dan kualitas. Dari aspek kuantitas ini lumbung suara strategis, karena ada 34,4 persen penduduk Indonesia adalah warga pesisir, ada 68,8 juta jiwa orang. Ini dapat menambah perolehan suara," tuturnya.
Baca Juga: Survei LSI Denny JA: 40,2 Persen Pemilih Ganjar Pindah ke Anies
"Dari segi kualitasnya, dari kajian sektor maritim, ini kalau dikelola serius bisa mendapat penopang pendapatan negara, dan penopang menuju Indonesia Emas 2045," ucapnya menegaskan.
Survei ASI dilakukan pada 15 hingga 21 Oktober 2023 melibatkan 1.200 responden dari 34 provinsi di Indonesia. Wawancara terhadap responden dilakuakn melalui sambungan telepon, dan survei menggunakan metode simple random sampling.
Margin of error survei kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






