Pemerintah Perlu Antisipasi Covid-19 Saat Libur Natal dan Tahun Baru

AKURAT.CO Komisi IX DPR meminta pemerintah dapat mengantisipasi dan menyiapkan strategi untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan Pneumonia, khususnya menjelang libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.
"Kondisi saat ini menunjukkan peningkatan kasus Covid-19 dan potensi wabah Pneumonia yang dapat meluas, akibat lonjakan kerumunan dan mobilitas yang tinggi selama liburan," kata Anggota Komisi IX, Arzeti Bilbina, dalam keterangan tertulis, Kamis (14/12/2023).
Kementerian Kesehatan melaporkan, per 6 Desember 2023, rata-rata kasus harian Covid-19 bertambah sebanyak 35 sampai 40. Sementara, pasien yang dirawat di rumah sakit tercatat antara 60 sampai 131 orang. Terbaru, dua pasien Covid-19 di Jakarta dilaporkan meninggal dunia.
Sedangkan untuk kasus virus Pneumonia, Kemenkes mencatat Provinsi Jawa Barat menjadi yang paling banyak terdapat pasien berstatus positif. Lalu untuk insiden rate ISPA maupun Pneumonia, DKI Jakarta menjadi yang tertinggi akibat buruknya kualitas udara.
"Munculnya kasus Pneumonia misterius yang menyerang anak harus menjadi perhatian serius. Kita tidak boleh main-main karena penyakit ini mengancam anak-anak yang sangat rentan dengan penyebaran virus," kata Arzeti.
Baca Juga: Kasus COVID-19 Naik Lagi! Kemenkes Minta Masyarakat Kembali Disiplin Menerapkan Prokes
Dia juga mendorong dilakukannya peningkatan kapasitas rumah sakit di seluruh Indonesia. Peningkatan kapasitas termasuk penambahan tempat tidur, fasilitas perawatan intensif dan personel medis yang memadai.
"Pemerintah juga harus menjamin bahwa persediaan peralatan medis mencukupi untuk mengatasi kebutuhan selama lonjakan kasus. Ini mencakup ventilator, alat tes dan perlengkapan medis lain," jelas Arzeti.
Arzeti menyarankan beberapa langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan yakni dengan pemberian vaksin Pneumonia dan vaksin flu sesuai jadwal yang direkomendasikan dokter. Dia meminta pemerintah menggalakkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi, khususnya untuk anak-anak agar terhindar dari penyakit Pneumonia.
Lebih jauh, dia juga menekankan pentingnya memasifkan informasi mengenai imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) bagi anak-anak, yang saat ini sudah menjadi program gratis dari pemerintah.
"Imunisasi PCV merupakan cara tepat untuk mencegah penyakit Pneumonia," demikian Arzeti.
Baca Juga: Covid-19 Kembali Eksis di Amerika, Singapura dan Malaysia, Bagaimana dengan Indonesia?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







