Bawaslu Ungkap Kecurangan Pemilu, Mobilisasi dan Intimidasi Ribuan TPS

AKURAT.CO Bawaslu mengungkapkan kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2024. Sedikitnya 2.271 TPS mengalami intimidasi dan mobilisasi di 12.632 TPS.
Hasil tersebut didapat dari monitoring patroli pengawasan yang dilakukan di 38 provinsi. Intimidasi dilakukan terhadap pemilih dan penyelenggara pemilu.
"2.271 TPS didapati terjadi intimidasi kepada pemilih dan/atau penyelenggara pemilu," kata Anggota Bawaslu Lolly Suhenty, di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Kamis (15/2/2024).
Baca Juga: Jokowi Tak Nonton ‘Dirty Vote’, Kecurangan Pemilu Ada Mekanisme
Mobilisasi yang terjadi di 12.632 TPS dilakukan untuk menggiring pilihan pemilih. Pelakunya juga sudah terdeteksi yakni timses, peserta dan penyelenggara pemilu.
Lolly juga mengungkapkan logistik di 10.496 TPS tak lengkap. Sebanyak 8.219 TPS memberi hak pilih untuk pemilih yang tak sesuai dengan domisili pada KTP-el. Sebanyak 6.084 TPS mengalami surat suara yang tertukar.
"2.413 TPS yang didapati adanya pemilih menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali," ungkapnya lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








