Kasus Peretasan PDN, Kabareskrim: Ransomware Bukan Hal yang Mudah Ditangani

AKURAT.CO Bareskrim Polri mengungkap bahwa pihaknya hingga kini masih mengusut kasus peretasan Pusat Data Nasional (PDN). Hanya saja, terdapat kesulitan dalam penanganan kasus ini.
"Dalam proses penegakan hukum kan tidak terus ujug-ujug, semua melalui proses pendalaman, kan ransomware itu bukan suatu hal yang mudah ditangani," kata Kepala Bareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada kepada wartawan di Rupatama Mabes Polri, Senin (15/7/2024).
Dia menjelaskan, permasalahan ini sempat dibahas dengan kepolisian Australia. Dari pembahasan itu terungkap bahwa dalam mengungkap kasus peretasan ransomware membutuhkan waktu yang tak sebentar.
Baca Juga: Kasus PDN Berbuntut Panjang, Jokowi Didesak Beri Kartu Merah ke Budi Arie
"Beberapa waktu lalu, kemarin saya juga ketemu teman-teman dari Australia, butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa meng-crack, memecahkan ini, masalahnya," tukasnya.
"Tetapi kita akan terus melakukan evaluasi dan juga untuk mengkaji ini semua mudah-mudahan bisa menyelesaikan dalam waktu secepatnya," imbuh Wahyu.
Sebelumnya, Kepala BSSN, Letjen TNI Hinsa Siburian mengatakan, gangguan pada server Pusat Data Nasional (PDN) disebabkan oleh serangan ransomware.
"Perlu kami ketahui, kami sampaikan bahwa insiden Pusat Data Nasional sementara ini adalah serangan siber dalam bentuk Ransomware (virus yang bisa mengenkripsi data) dengan nama Brain Chipper Ransomware," katanya dalam konferensi pers di Kantor Kominfo, Senin (24/6/2024).
Dia menjelaskan, ransomware ini merupakan pengembangan terbaru dari ransomware LockBit 3.0 yakni LockBit 3.02. Oleh karena itu, ransomware ini merupakan edisi yang paling baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







