Kasus PDN Digadang Berdampak ke Proyek IKN, Roy Suryo: Menkominfo Makin Kocar-kacir

AKURAT.CO Kegagalan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, semakin terlihat usai kasus peretasan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) terbukti berdampak ke banyak sektor.
Pemerhati Telematika dan Multimedia, Roy Suryo, mengatakan citra Budi Arie semakin buruk pasca bobolnya PDNS disebut-sebut menjadi salah satu penyebab lambatnya proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
"(Kasus PDN) disebut-sebut ikut memperlambat alias membuat bolotnya pembangunan IKN ini, Ambyar. Sudah jatuh tertimpa tangga ibaratnya, karena sudah kocar-kacir Kemenkominfo menanganinya, masih dijadikan kambing hitam oleh IKN," kata Roy kepada wartawan, Kamis (25/7/2024).
Menurutnya, bobolnya PDNS secara tidak langsung telah mencoreng nama baik Presiden Joko Widodo. Sebab, janji Jokowi untuk berkantor di IKN pada bulan Juli harus batal terealisasi akibat pembangunan yang belum rampung karena terdampak kasus PDNS.
Baca Juga: Usai Peretasan PDN, DPR Desak Pemerintah Beri Kejelasan Nasib Data Masyarakat
"Akibatnya ada yang terlambat untuk memenuhi janjinya berkantor disana semenjak awal Juli kemarin dan jadi bullyan netizen dimana-mana. Makanya tidak usah kesusu, ora usah grusah-grusuh, malah semuanya jadi rusuh," ujarnya.
Oleh karena itu, Roy mengingatkan kepada Budi Arie untuk serius dalam mengurus persoalan data. Sebab bobolnya keamanan data bisa berdampak ke banyak sektor.
"Bobolnya PDNS 2 kemarin de facto sudah jelas dampak merugikan di semua sektor. Sekali lagi Menkominfo Budi Arie Setiadi tidak boleh menganggap remeh hal ini," ungkapnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Abdul Muis mengatakan, serangan terhadap PDNS telah berdampak terhadap kelangsungan konstruksi proyek-proyek pemerintah, salah satunya IKN.
Dia mengatakan, setidaknya ada 10 persen konstruksi proyek yang terpengaruh atas serangan PDNS. Adapun, sejumlah bagian yang terdampak terkait dengan proses sertifikasi tenaga kerja, konstruksi, hingga proses pengadaan atau tender.
"Ada (PSN yang kena), yang IKN juga ada. Sehingga, karena ada proses kendala di PDN makanya tadinya kita menggunakan sistem informasi pendukung tadi, kita ubah kembali lagi ke manual," kata Abdul usai acara Launching Konstruksi Indonesia 2024 di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (23/7/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







