Eksploitasi Anak di 2023 Capai 2.655 Kasus, Didominasi Akibat Keluarga Tak Harmonis

AKURAT.CO Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkap data kasus eksploitasi anak dalam satu tahun terakhir atau 2023, yakni 2.656 kasus.
Komisioner KPAI, Kawiyan mengatakan, dari jumlah tersebut, di antaranya 1.833 kasus mengenai pemenuhan hak anak dan 823 kasus mengenai perlindungan khusus anak. Sebagian besar kasus eksploitasi anak ini dikarenakan adanya kegagalan pola asuh orang tua.
"Faktor yang paling penting dalam kasus ini adalah para keluarga harus introspeksi. Bagaimana orang tua mengawal, mendidik, mengasuh anak-anaknya. Jangan sampai terjebak dalam kasus eksploitasi seksual," katanya dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (23/7/2024).
Baca Juga: Enggak Mau Eksploitasi Anak, Aura Kasih Banyak Tolak Tawaran
"Ini sebagian besar adalah mengenai pengasuhan yang masuk dalam kategori pemenuhan hak," imbuhnya.
Dijelaskannya, pengasuhan dalam kondisi keluarga yang bercerai dan tidak harmonis, kerap menjadi faktor penyebab banyaknya terjadi eksploitasi anak.
"KPAI berharap bahwa anak-anak tersebut yang menjadi korban segera diberikan penanganan secara tepat, sistematis, dan dikembalikan hak-hak mereka sebagai anak," tukas dia.
Sebelumnya, Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus dugaan eksploitasi anak di bawah umur secara online. Empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni YM (26), MRP (39), CA (19), dan MI (26).
Wadirtipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Dani Kustoni mengatakan, modus dalam kasus ini adalah menawarkan jasa layanan seksual atau open BO yang terdiri dari perempuan di bawah umur, perempuan dewasa, selebriti kurang terkenal (skuter), warga negara asing, dan lain sebagainya.
"Khusus perempuan di bawah umur, para tersangka mematok harga antara Rp 8-17 juta," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








