Bakamla Keluhkan Jumlah Personel dan Kapal Coast Guard Masih Minim, Jauh Tertinggal dari Filipina

AKURAT.CO Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla), Laksdya TNI Irvansyah, mengakui bahwa ada atensi khusus dari Presiden Prabowo Subianto, terkait dengan upaya meningkatkan keamanan laut di Tanah Air.
"Sebenarnya dari beliau itu pesannya secara umum ya, Bakamla harus ditingkatkan gitu. Termasuk kekuatannya, personelnya, organisasinya kita perkuat semua," ucap Irvansyah usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2024).
Dia mengatakan, pihaknya akan meningkatkan seluruh unsur Bakamla, terutama dengan melakukan patroli di daerah-daerah yang dianggap strategis dan tingkat kerawanannya cukup tinggi.
Baca Juga: Jokowi Lantik Laksdya Irvansyah Jadi Kepala Bakamla
Namun, dia mengeluhkan soal kurangnya personel Bakamla saat ini. Di mana, secara nasional, Bakamla hanya memiliki personel sebanyak 1.354 orang. Dia sendiri sedang menyusun postur optimum Bakamla sampai 2045 yang nanti akan diusulkan.
"Akan ada penambahan, tapi kan juga ini tergantung oleh pemerintah juga. Sanggup mengalokasikan pegawai berapa banyak untuk Bakamla ini, setiap tahunnya berapa gitu. Idealnya (personel Bakamla) sekitar 7 ribuan,” ujarnya.
Tidak hanya soal personel, Irvansyah juga mengeluhkan soal fasilitas kapal coast guard yang saat ini Indonesia hanya memiliki 10 kapal. Padahal, idealnya Indonesia harus memiliki 157 kapal.
"Kalau kapalnya sama juga, kita sudah susun juga kebutuhan kita itu sampai 2045 itu optimumnya itu 157 kapal yang ideal, tapi yang kita miliki baru 10 gitu," ujarnya.
Dia lantas membandingkan jumlah pegawai dan fasilitas kapal yang dimiliki oleh negara Filipina. Menurutnya, Indonesia sangat tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga tersebut.
"Kalau mau bandingkan dengan negara kepulauan yang lain seperti Filipina, pegawainya sudah 30.500 orang lebih. Kapalnya sudah, luas mungkin sepermpat kita lah, lautnya Filipina itu. Nah itu sebagai contoh negara yang sudah settle coast guardnya, negaranya sama-sama negara kepulauan," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








