KLH Fasilitasi Pengelolaan Sampah dari Program Makan Bergizi Gratis

AKURAT.CO Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah berkoordinasi terkait pengelolaan sampah, dengan pihak yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang mayoritas berupa sampah sisa makanan (food waste).
"Jadi kami akan fasilitasi, kami akan arahkan pengelolaan akhir sampahnya. Memang sampah yang utamanya adalah food waste. Kemarin beberapa lokasi saya belum melihat sampah kemasan, karena tidak digunakan kemasan," kata Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Tangerang Selatan, Banten, dikutip Antara, Senin (13/1/2025).
Dalam pemantauan yang dilakukannya secara langsung dalam beberapa waktu lalu, sampah sisa makanan yang ditemukan memang tidak berada dalam jumlah banyak. Namun, pihaknya mengantisipasi timbulan sampah yang dapat terjadi jika tidak dikelola dengan baik.
Baca Juga: DLH Jakarta Libatkan Komunitas Kelola Sampah Organik Program Makan Bergizi Gratis
KLH juga sudah melakukan pengawasan ke beberapa wilayah lain di Indonesia, dan berencana menjadikan sejumlah titik sebagai lokus untuk percontohan pengelolaan sampah bagi program tersebut.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak-pihak yang mengimplementasikan program tersebut, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN), selain juga berkomunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang tersebar di beberapa daerah untuk memastikan terpenuhinya standar pengelolaan sampah.
"Jadi semua yang kemudian mendapat mandat untuk menjalankan, mengoperasionalkan satuan pelayanan gizi atau makan bergizi gratis itu harus memenuhi kaidah pengelolaan sampah, karena itu semua yang mengeluarkan sampah wajib mengelolanya," jelasnya.
"Jadi kami akan gerakan semua untuk mengawal ini dulu. Jadi sampai mungkin satu bulan, untuk membangun budayanya setelah itu mungkin kita tinggal monitor," pungkas Hanif.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, telah menyiapkan mekanisme pengelolaan sampah organik yang dihasilkan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mekanisme ini melibatkan berbagai pihak, termasuk komunitas pengelola sampah, guna memanfaatkan sampah dapur dan sisa makanan dari sekolah.
Baca Juga: DLH DKI Jakarta Siap Kelola Sampah Organik dari Program Makan Bergizi Gratis
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan sampah dapur seperti kulit buah, sisa sayuran, dan bahan organik lainnya dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan difasilitasi penanganannya.
Sementara itu, sisa makanan dari sekolah, seperti kulit buah dan makanan yang tidak habis, akan dikumpulkan secara terpisah untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakan maggot atau bahan pembuatan kompos.
"Kami ingin memastikan bahwa sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis tidak hanya terkelola dengan baik tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan," kata Asep, Selasa (7/1/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





