Menteri PPPA: Forum Anak Jadi Wadah Pencegahan Hamil di Luar Nikah

AKURAT.CO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menjelaskan pentingnya akses pendidikan dan edukasi pemahaman agama yang benar, untuk mencegah kehamilan anak di luar nikah.
Mengingat, tekanan sosial, ketidakmampuan ekonomi, dan minimnya akses pendidikan juga menjadi faktor pendorong pernikahan anak.
"Selain itu, untuk menurunkan angka pernikahan anak, kita memerlukan peningkatan akses pendidikan, perubahan norma sosial, dukungan ekonomi bagi keluarga kurang mampu, serta penguatan peran orang tua dan masyarakat," ujar Arifah dalam keterangannya, Rabu (29/1/2025).
Baca Juga: Alasan Aaliyah Massaid Sembunyikan Kehamilan, Mulanya Thariq Halilintar Enggak Sabaran
Dia pun mengapresiasi dan juga mengajak Forum Anak Provinsi Jawa Tengah, untuk terus semangat menjalankan fungsi sebagai agen Pelopor dan Pelapor, khususnya dalam mencegah perkawinan usia anak yang angkanya masih tinggi di Jawa Tengah.
Data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah, menunjukkan selama periode Januari-September 2024, terdapat 6.064 pengajuan dispensasi kawin di Jawa tengah.
"Saya mengapresiasi aksi masif dari Forum Anak Jawa Tengah sebagai Pelopor dan Pelapor dalam mengedukasi remaja untuk mencegah perkawinan usia anak, edukasi kesehatan reproduksi, dan edukasi pertemanan yang sehat," kata dia.
"Kita semua prihatin masih banyak remaja di Jawa Tengah mengajukan dispensasi nikah ke pengadilan agama dengan berbagai alasan di antaranya adalah hamil terlebih dahulu," tambahnya.
Saat ini, sebanyak 70 persen kecamatan di Jawa Tengah telah membentuk Forum Anak Daerah. Program unggulan seperti polling isu anak setiap enam bulan, program Jogo Konco, Jo Kawin Bocah, dan Forum Anak Goes to School telah berhasil menyosialisasikan isu-isu anak di 200 sekolah tingkat SMP, SMA, dan Madrasah di Jawa Tengah.
Baca Juga: Akhirnya Launching, Mahalini Umumkan Kehamilan
"Berkaitan dengan program Ruang Bersama Indonesia yang tengah dikembangkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Menteri PPPA berharap Forum Anak dapat berkolaborasi dan berpartisipasi dalam Ruang Bersama Indonesia (RBI)," jelasnya.
Arifah berharap, anak-anak FAN dapat terus aktif setelah jam sekolah di Ruang Bersama Indonesia (RBI), memanfaatkan RBI sebagai tempat belajar bersama, saling mengenal budaya, dan tokoh nasional.
"Ruang seperti ini sangat penting untuk membantu anak-anak mengembangkan potensi mereka serta memperkuat rasa kebanggaan terhadap budaya dan sejarah bangsa," kata dia.
Sementara itu, Ketua Forum Anak Kota Semarang Emir mengatakan, pentingnya memastikan bahwa anggota Forum Anak tidak hanya menerima materi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berpartisipasi aktif dan mengambil keputusan terkait isu anak.
Menurutnya, materi yang diberikan seharusnya hanya sebagai pendukung, sementara praktik nyata sangat penting untuk diterapkan langsung di lingkungan terdekat setelah anak-anak mendapatkan materi yang baik dan bermanfaat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk







