Teken MoU Bersama Muslimat NU, Mendes Harapkan Sinergitas dalam Pemberdayaan Masyarakat

AKURAT.CO Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menjadi wadah penting dalam menggerakkan pemberdayaan masyarakat dalam kesetaraan gender, keadilan sosial dan pembangunan berkualitas yang berkelanjutan.
Karenanya, Muslimat adalah organisasi badan otonom dari Jamiyah NU yang fokus terhadap isu-isu penting, salah satunya pemberdayaan masyarakat desa.
"Muslimat Nahdhatul Ulama memiliki peran strategis dalam pembangunan desa dan pemberdayaan perempuan. Muslimat Nahdlatul Ulama telah menjadi perisai sekaligus nahkoda dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, pendidikan serta kesejahteraan masyarakat desa," kata Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, dalam keterangannya, Sabtu (15/2/2024).
Menurutnya, sinergitas antara Kemendes PDT dengan Muslimat NU penting dalam pemberdayaan perempuan, khususnya sektor pembangunan sosial dan ekonomi.
Kendati pemberdayaan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi perempuan tetapi juga masyarakat secara keseluruhan dan berkelanjutan.
Baca Juga: Kementerian PPPA Gandeng PBNU Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Desa
Selain itu, pemberdayaan perempuan juga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga secara keseluruhan.
Sebab perempuan diklaim memiliki kemampuan yang baik terhadap kualitas pendidikan, kesehatan dan mata pencaharian di dalam rumah tangga.
"Karenanya, sinergi antara Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama Muslimat NU adalah jembatan yang kokoh untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Mendes.
Mendes juga menegaskan bahwa partisipasi perempuan dalam pembangunan desa.
Kepeloporan perempuan untuk ketahanan pangan tetap harus berada di ruang budaya desa dengan menghormati hasil cipta warga desa yang telah diwariskan turun temurun.
Baca Juga: Menag Dukung Ipemi dalam Pemberdayaan Ekonomi Perempuan
Ia juga berharap agar pemerintah desa harus mengakomodasi kepentingan masyarakat dan tidak boleh ada diskriminasi berdasarkan gender serta marginalisasi di desa.
Sebab peran perempuan sangat penting bagi pembangunan desa dan bukan hanya sekadar pelengkap saja.
Mendes juga melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman bersama Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.
MoU tersebut demi menyelaraskan langkah strategis Kemendes PDT bersama Muslimat NU, khususnya dalam pemberdayaan sumber daya manusia di tingkat desa dan daerah tertinggal.
"Desa membutuhkan perhatian utama bagi kita semua dalam meningkatkan kualitas ekonomi desa, pendidikan, kesehatan serta pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, melalui MoU ini, kita berharap dapat bersama-sama membangun desa yang lebih maju, mandiri dan sejahtera," jelas Mendes.
Baca Juga: BRI UMKM EXPO(RT) 2025 dan Microfinance Outlook: Bukti Nyata Pemberdayaan UMKM
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







