DPR Sampaikan 7 Catatan Agar Mudik Lebaran 2025 Berjalan Aman dan Nyaman

AKURAT.CO Puncak arus mudik Lebaran 2025 diperkirakan terjadi pada 28-30 Maret 2025, dengan jumlah pemudik diprediksi mencapai 146,48 juta orang.
Untuk itu, Wakil Ketua Komisi V DPR, Syaiful Huda, menyampaikan tujuh catatan agar mudik tahun ini bisa berjalan aman dan nyaman, serta zero accident atau bebas dari kecelakaan kendaraan.
"Sebagai anggota DPR RI, kami berada di posisi pengawasan. Kami akan mengawasi pelaksanaan mudik lebaran tahun ini," kata Huda dalam keterangannya, dikutip Minggu (9/3/2025).
Baca Juga: Segera Daftar! Pertamina Siapkan 5 Ribu Kursi Mudik Gratis 2025, Akses Link mudikpertamina2025.com
Menurutnya, ratusan juta nyawa masyarakat Indonesia itu merupakan tanggung jawab pemerintah dan pihak kepolisian agar seluruhnya selamat sampai kampung halaman.
Catatan kedua, baru pertama kali mudik lebaran dilakukan di tengah pelaksanaan efisiensi anggaran. Pemerintah dan semua stakeholder yang terkait dengan pelaksanaan arus mudik, tidak boleh lupa bahwa prioritas utama negara adalah keselamatan dan jaminan hidup aman bagi warga negara.
"Sehingga penekanan pada keamanan dan kenyamanan harus menjadi prioritas dan doktrin utama dalam penyelenggaraan Arus Mudik 2025," bebernya.
Ketiga, dia meminta pemerintah harus berpegang pada doktrin, yaitu kesalamatan, keamanan, dan kenyamanan. Dengan tiga doktrin itu, potensi akan terjadi persoalan bisa diminimalisir.
Keempat, dia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah sejak jauh hari melakukan persiapan. Misalnya, soal penurunan harga tiket penerbangan. Pemerintah juga memberikan intensif 6 persen PPN dari harga tiket.
Kelima, terkait kesiapan infrastruktur. Menurut dia, infrastruktur relatif bisa ditangani dengan baik. Walaupun sekarang masih dalam perbaikan jalan, tapi dia memastikan semuanya akan berjalan lancar.
Baca Juga: Pendaftaran Mudik Gratis Kemenhub 2025 Resmi Dibuka, Simak Kuota dan Rutenya
"Kami bisa pastikan secara umum dalam situasi ini, perbaikan sedang terus berjalan dan bisa segera dituntaskan," urainya.
Catatan keenam, dia menyoroti manajemen transprotasi. Misalnya, tiket pesawat terjadi penurunan, tapi masih ada problem delay pesawat, dan penumpukan pesawat. Jadi, manajemen trasnportasi harus betul-betul prima dalam menyambut mudik lebaran.
"Catatan ketujuh adalah kemudahan akses informasi. Termasuk akses informasi ketika ada kecelakaan. Supaya mudik lebaran ini menjadi mudik bersama, dan tanggung jawab bersama. Ketika ada masalah bisa mudah diselesaikan," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







