Pemerintah Terapkan One Way di Tol Trans-Jawa, Berlaku Situasional

AKURAT.CO Pemerintah resmi memberlakukan skema rekayasa lalu lintas satu arah (one way) di ruas Tol Trans-Jawa, mulai dari Kilometer (Km) 70 Tol Cikampek hingga Km 414 Tol Kalikangkung.
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Ahmad Dofiri, menegaskan, kebijakan ini bersifat situasional dan diterapkan berdasarkan kondisi arus lalu lintas di lapangan.
"Penerapan one way bergantung pada situasi di lapangan," ujar Dofiri di Gerbang Tol Cikampek Utama, Jumat (28/3/2025).
Senada dengan Wakapolri, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menekankan bahwa kebijakan one way tidak bersifat permanen.
Menurutnya, sebelum rekayasa lalu lintas diterapkan, ada parameter tertentu yang digunakan sebagai acuan oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.
Oleh karena itu, durasi penerapan sistem ini bergantung pada volume kendaraan di jalan tol.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik di Terminal Pulo Gebang, 3.013 Pemudik Sudah Berangkat
"Pelaksanaan one way nasional akan dilakukan selama parameter yang ditetapkan masih terpenuhi. Namun, jika kondisi lalu lintas sudah tidak memungkinkan, maka skema ini akan dihentikan," jelas Dudy.
Selain one way, pemerintah juga menerapkan skema rekayasa lalu lintas lainnya, seperti lawan arus (contraflow) dan sistem ganjil-genap.
Dudy menegaskan bahwa setiap rekayasa lalu lintas memiliki kriteria tersendiri yang harus dipenuhi sebelum diberlakukan.
"Kemarin, kita juga telah menerapkan sistem contraflow dan ganjil-genap sesuai dengan parameter yang berlaku," tambahnya.
Berbagai skema rekayasa lalu lintas ini diterapkan untuk mengoptimalkan kelancaran arus kendaraan, terutama selama periode libur panjang dan musim mudik.
Tujuannya adalah mengurangi kemacetan serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tol.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









