Sudahi Perdebatan UU TNI, Sinergi Sipil dan Militer Kunci Membangun Ketahanan Nasional

AKURAT.CO Perdebatan mengenai Undang-Undang TNI (UU TNI) dinilai tidak perlu berlarut-larut, agar fokus kebijakan tetap pada penguatan negara guna menghadapi tantangan global.
Direktur Eksekutif Indodata Research Center, Danis Tri Saputra Wahidin, menyebut, dalam konteks dinamika global yang semakin kompleks, supremasi sipil diilai tidak boleh menciptakan dikotomi antara sipil dan militer.
Menurutnya, keamanan, perdamaian dan kesejahteraan nasional hanya bisa dibangun melalui kerja sama semua elemen bangsa, baik sipil maupun militer.
Danis menyoroti bahwa situasi global saat ini penuh dengan ketidakpastian akibat berbagai krisis multidimensional.
Baca Juga: Menjernihkan Pikiran Soal Revisi UU TNI: Membuka Ruang Pengabdian, Bukan Mengancam Kebebasan Sipil
Multipolarisasi kekuatan global, pandemi Covid-19, perubahan iklim serta konflik geopolitik telah memperburuk krisis ekonomi, energi dan pangan.
Semua itu menjadikan tantangan bagi Indonesia semakin kompleks.
Di tengah kondisi tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi antara sipil dan militer dalam menjaga stabilitas nasional.
"Membangun keamanan, perdamaian dan kesejahteraan bukanlah hal yang mudah. Semua elemen bangsa harus berkolaborasi untuk memperkuat negara, terutama dalam menghadapi krisis global yang semakin meluas," jelas Danis melalui keterangan yang diterima, Rabu (2/4/2025).
Sebagai negara yang menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif, Danis menilai bahwa Indonesia harus memperkuat konsolidasi internal.
Baca Juga: UU TNI Digugat ke MK, Zulhas: Kita Negara Demokrasi, Silakan Saja
Menurutnya, supremasi sipil bukan berarti melemahkan peran militer, melainkan membangun keseimbangan antara otoritas sipil dan kontribusi militer dalam menjaga kedaulatan negara.
Dengan berbagai tantangan yang ada, kerja sama antara sipil dan militer menjadi kunci dalam membangun ketahanan nasional.
Dalam menghadapi krisis global yang semakin kompleks, Indonesia perlu memastikan bahwa setiap elemen bangsa memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan rakyat.
"Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menciptakan sinergi untuk menghadapi berbagai tantangan. Bukan justru terjebak dalam dikotomi yang tidak produktif," kata Danis.
Baca Juga: Golkar Dorong Pemerintah Sosialisasikan UU TNI Agar Publik Tak Salah Paham
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







