Menkes Siapkan Master Plan Pembangunan RSUD, Fokus pada Pemerataan dan Tenaga Spesialis

AKURAT.CO Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan, Kementerian Kesehatan tengah menyiapkan rencana induk (master plan) pengembangan rumah sakit untuk jangka waktu 5 hingga 10 tahun ke depan.
Langkah ini diambil untuk memastikan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dilakukan secara merata dan tidak bersifat tambal sulam.
“Tujuannya agar pembangunan RSUD lebih terarah, tidak asal bangun, dan bisa memenuhi kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Menkes Budi, Rabu (16/4/2025).
Budi menyoroti, salah satu tantangan utama dalam pengembangan RSUD saat ini adalah keterbatasan tenaga dokter spesialis.
Berdasarkan data Kemenkes, dari 66 RSUD yang telah dibangun, sekitar 66 persen belum memiliki tujuh dokter spesialis dasar.
“Kami berharap tenaga medis bisa berasal dari putra-putri daerah agar lebih berkomitmen untuk tetap melayani di kampung halamannya. Karena itu, kami dorong pemenuhan tujuh spesialis dasar, ditambah spesialis jantung dan saraf,” katanya.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Urbanisasi dan Motor Ekonomi Desa
Pernyataan tersebut disampaikan Menkes usai meresmikan RSUD Tuan Besar Syarif Idrus sebagai rumah sakit tipe C.
Rumah sakit ini merupakan yang ke-10 dari total 66 RSUD tipe D yang dibangun atas arahan Presiden Prabowo Subianto di wilayah terpencil.
“Tahun ini, ada 32 RSUD yang akan dibangun. Sementara 34 sisanya direncanakan tahun depan,” jelas Menkes.
Menkes menyebut, RSUD Syarif Idrus akan dilengkapi dengan peralatan medis modern, seperti:
- CT Scan dan cath lab untuk penanganan stroke,
- USG untuk ekokardiografi dan pemasangan ring jantung,
- Laboratorium patologi anatomi, mamografi, dan layanan kemoterapi untuk kanker,
- Layanan hemodialisa untuk pasien dengan gangguan ginjal.
“Semua alat itu akan tersedia di rumah sakit ini. Lengkap,” ujar Budi.
Ia menambahkan, pentingnya dukungan tata kelola profesional seiring dengan kecanggihan fasilitas.
Baca Juga: UU Minerba Baru: Angin Segar untuk UMKM dan Koperasi di Sektor Tambang
Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan siap memberikan pendampingan manajemen rumah sakit, termasuk aspek keuangan, pengadaan, hingga layanan klinis dan nonklinis.
“Kalau diperkenankan, saya ingin menempatkan satu dewan pengawas dari Kementerian Kesehatan di RSUD ini agar tata kelolanya bisa lebih baik,” ungkapnya.
Budi juga mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kesehatan melalui dua langkah utama: menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Ini penting untuk mencegah penyakit mematikan seperti stroke, jantung, kanker, dan ginjal,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







