Pemda Antusias Ajukan Sekolah Rakyat, Kemensos Utamakan yang Paling Siap

AKURAT.CO Kementerian Sosial menyambut baik antusiasme kepala daerah dalam mengajukan pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya masing-masing.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, mengatakan, pihaknya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi daerah yang siap mendukung program Sekolah Rakyat, terutama dalam hal penyediaan lahan minimal 5 hektare.
Kemensos lebih memprioritaskan daerah yang menunjukkan keseriusan dan kesiapan penuh, bukan hanya sekadar pengajuan proposal.
Nantinya, Kemensos juga akan melakukan asesmen sebelum program Sekolah Rakyat direalisasikan.
Baca Juga: DPR Usul Sekolah Rakyat di Bawah Naungan Kemendikdasmen
"Kita tidak ingin program ini hanya berhenti di rencana. Siapa yang paling siap, itu yang akan dibangun lebih dulu. Ini bukan hanya soal administrasi tapi soal komitmen dan keberpihakan kepada rakyat miskin," kata Mensos, Kamis (17/4/2024).
Dia mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan upaya strategis untuk pengentasan kemiskinan.
Sekolah Rakyat akan menjadi tempat pembentukan karakter, peningkatan kapasitas serta sarana mobilitas sosial antargenerasi.
"Program ini dirancang untuk anak-anak dari keluarga penerima manfaat yang selama ini terhambat akses dan kesempatan. Di Sekolah Rakyat, mereka akan tinggal, belajar dan dibina secara intensif agar bisa keluar dari belenggu kemiskinan," jelas Mensos.
Baca Juga: Pendaftaran Guru Sekolah Rakyat Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Jadwal Seleksinya
Sejumlah kepala daerah telah menyatakan kesiapannya, termasuk Bupati Sumenep, Achmad Fauzi; Bupati Enrekang, M. Yusuf Ritanga; Bupati Sambas, H. Satono; Bupati Aceh Barat, Tarmizi; Bupati Batanghari, M. Fadhil; dan Bupati Sarolangun, H. Hurmin.
Mensos menambahkan, Sekolah Rakyat akan terkoneksi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang memungkinkan proses seleksi peserta didik dilakukan secara akurat dan transparan.
Dengan sistem ini, hanya anak-anak dari keluarga miskin yang benar-benar membutuhkan yang akan diterima.
Baca Juga: Masuk Daerah Termiskin di Jatim, Probolinggo Bakal Jadi Percontohan Program Sekolah Rakyat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








